JOGJA-Kekuatan politik lawan dari PDI Perjuangan di Pilwali mulai terlihat. Parpol yang memiliki 15 kursi di DPRD Kota Jogja di Pileg 2014 lalu berpeluang kembali melawan bekas tiga parpol yang sudah pengalaman menggalang koalisi merah putih (KMP) usai pilpres lalu.

Mereka adalah tiga parpol yang kian intensif berkoalisi, yakni Partai Golkar, Gerindra, dan PKS.

Bahkan, Selasa (7/6) petinggi kedua parpol yakni Golkar dan Gerindra duduk bersama. Keduanya membuka peluang koalisi besar di Pilwali 2017 terwujud. “Hanya pertemuan biasa. Komunikasi politik seperti dengan parpol lain,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai diplomatis.

Politikus yang kini duduk sebagai anggota Komisi C DPRD DIJ itu mengatakan, pertemuan itu memang ada pembahasan penentuan bakal calon (balon) yang akan diusung bersama. Tapi, hal tersebut bukan menjadi prioritas utama dari komunikasi yang terjalin. “Seperti apa lihat saja nanti saja?” jelasnya.

Anton enggan membuka lebih jauh mengenai sosok yang akan mereka usung. Meski, balon petahana Haryadi Suyuti menjadi satu-satunya yang sudah disepakati DPD Partai Golkar Kota Jogja untuk diusung.

“Belum ada deklarasi koalisi, dan belum ada keputusan nama yang akan diusung. Yang jelas, kami akan terus menggalang koalisi dengan partai yang memiliki visi sama dalam membangun Jogja,” tandas mantan wakil rakyat termuda di Pileg 2009 lalu di DPRD Kota Jogja ini.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengatakan, dalam waktu dekat sudah akan ada kepastian terhadap balon. Bahkan, itu juga akan disertai dengan gerbong parpol pengusungnya. “Sekarang, semuanya masih akan dalam penjajakan,” jelasnya.

PKS bisa berpeluang untuk meramaikan koalisi besar tersebut. Apalagi, PKS juga selama ini memiliki kedekatan dengan Partai Gerindra. Soal peluang koalisi besar ini Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PKS Kota Jogja Bambang Anjar Jalumurti mengaku, komunikasi dengan partai-partai lain terus mereka lakukan.

PKS sampai saat ini belum memastikan akan berkoalisi dengan salah satu parpol. Makanya, peluang membangun koalisi besar pun bukanlah hal yang mereka tolak.

“Tidak masalah partai A dengan partai B saling berkomunikasi. Seharusnya memang seperti itu. Kami pun juga membuka dengan semua partai,” jelas wakil rakyat di Komisi A DPRD Kota Jogja ini.

Ia menegaskan, saat ini PKS masih dalam proses pemetaan. PKS akan melihat sampai saat-saat terakhir untuk menentukan. “Yang pasti, kami tidak akan ketinggalan gerbong. Ketika nanti sudah mendekati last minute, saya yakin semua bisa berubah,” jelasnya. (eri/din/ong)