GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SERIUS: Peserta SBMPTN sedang berkonsentrasi menuntaskan soal-soal di layar komputer. SMBPTN dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Diikuti 721.314 calon mahasiswa.
SLEMAN – Tak mau kalah dengan pelaksanaan ujian nasional (unas) SMA/SMK, kali ini seleksi ber-sama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) juga digelar dengan sistem computer based test (CBT).

Sebanyak 38.854 calon mahasiswa bersaing untuk memperebutkan bangku kuliah kemarin (31/5). Di Jogjakarta, penyelenggaraan SBMPTN dibagi di empat PTN
Yakni, UPN Veteran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Namun, dalam pelaksanaannya, CBT hanya digelar di dua perguruan tinggi yang ditunjuk panitia pusat, yaitu UNY dan UGM.

Sekretaris SBMPTN Panitia Lokal 46 Jogjakarta Sri Peni Wastutiningsih mengatakan, dua perguruan tinggi terbesar itu dianggap paling siap dalam penyediaan sarana dan prasarana. Di UGM ada 100 calon maha-siswa jurusan sains dan tekno-logi (saintek) maupun sosial humaniora (soshum).

Sedangkan di UNY sebanyak 200 calon mahasiswa. Rinciannya, 97 calon mahasiswa saintek dan 107 soshum. “Kalau SBMPTN papper based test (PBT) diberlakukan untuk semua kelompok ujian. Ter masuk campuran,” jelasnya di Gedung Pusat UGM.

Peni menambahkan, masing-masing PTN memiliki kapasitas yang brebeda. UGM dengan 66 program studi memilikii daya tampung 1.972 calon mahasiswa. Sedangkan UNY memiliki 55 prodi berkapasitas 1.352.Sementara daya tamping UIN Sunan Kalijaga sebanyak 405 di 17 prodi.

Terakhir, UPN Veteran akan menampung 744 calon mahasiswa di 16 prodi. Hasil SBMPTN diumumkan pada 28 Juni.Wakil Rektor I UNY Warda Suyanto mengatakan, SBMPTN 2016 juga diikuti calon maha-siswa inklusi atau berkebutuhan khsus. Sedikitnya 23 peserta ambil bagian.

Tiga diantaranya menjalani ujian di UGM, sedangkan delapan lainnya di UPN Veteran. Sementara, sepuluh calon ma-hasiswa di UNY dan dua sisanya di UIN Sunan Kalijaga. “Di UNY, tujuh pendaftar tunanetra, satu tunadaksa, dan dua lainnya tunarungu,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Senin (30/5), Ketua Umum SBMPTN Rochmat Wahab menegaskan bahwa kejujuran merupakan tujuan utama dalam pe-nyelenggaraan SBMPTN 2016.Karena itu, panitia menyiap-kan tim khusus untuk antisipasi perjokian.

Setiap pengawas juga dibekali ilmu membaca gestur tubuh setiap peserta tes SBMPTN.Rochmad mengklaim, jika ada peserta curang yang lolos pada verifikasi awal, tidak demikian di tahapan akhir.

“Akan ada validasi data setelah semua ter-kumpul. Tindakan curang atau perjokian pasti terdeteksi,” ujar Rochmad yang juga rector UNY itu. (dwi/yog/ong)