ANGKA 13 sering dianggap sebagai angka pe-lambang kesialan. Namun, tidak sedikit yang justru memilihnya jadi angka favorit. Bahkan sebagai lambang keberuntungan. Salah satunya M Juni Riadi Syahputra. Dan memilih angka 13 sebagai nomor punggung bukan hal biasa di kalangan pemain sepak bola.

Tapi angka pilihan sang papa-lah yang justru membuatnya semakin percaya diri. “Kalau orang bilang itu angka sial, tapi buat aku justru jadi tantangan,”ujar pemain muda PSIM Jogja ini.Ya, menyandang angka 13 di punggung memang banyak mencuri perhatian orang dan komentar. Tidak sedikit teman yang menganggapnya angka ketidakberuntungan dan memakainya justru akan membawa kesialan.

Tapi Juni tidak ingin ambil pusing dan ter-makan mitos tersebut.Sebaliknya, pemain kelahiran Medan 2 Juni 1994 ini justru semakin nyaman dan percaya diri. Tak ter-kecuali saat dia mengenakan jersey bermotif parang rusak- jersey PSIM Jogja saat mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B 2016.

“Sebelum di PSIM, saya sudah memakai nomor 13,” ujarnya.Terbukti, Juni yang didapuk sebagai penyerang ini sudah menyumbang satu gol bagi Pangeran Biru-julukan PSIM Jogja di tiga laga pertamanya di ajang ISC Seri B. Golnya tercipta saat PSIM men-jamu Persipur Purwodadi di Stadion Sultan Agung.

Dan dunia sepak bola memang bukan hal asing di keluarga bungsu dari lima bersaudara ini. Sang papa, Siswanto Edy Syahputra adalah mantan pe-main tim nasional yang disaat mudanya juga pernah bergabung dengan PSIM. Usianya baru menginjak empat tahun saat pertama kali rasa penasa-rannya akhirnya menggiringnya ke lapangan dan ikut berlatih dengan sang papa. “Waktu itu papa sudah jadi pelatih, aku penasaran kalau setiap pagi papa pasti pergi, akhirnya tahu kalau ternyata papa melatih sepak bola. Dari situ aku mulai ikutan latihan,”papar pria yang mengagumi ayahnya sendiri dari-pada ratusan nama pemain sepak bola ternama di dunia.

Nah, begitu mulai menyukai, Juni pun terus mengasah bakatnya. Demikian juga saat dirinya dan keluarga berpindah domisili ke Jogja. Keinginannya untuk menekuni sepak bola semakin tinggi. Begitu juga dengan impiannya untuk bisa mencapai level tertinggi kancah persepakbolaan Tanah Air.Kembali bergabung dengan Pangeran Biru pun sebuah pencapaian dalam hidupnya. Sebuah pe-luang yang nantinya bisa dia jadikan sebagai batu loncatan untuk bermuara ke level selanjutnya.

Terlebih, timnya yang kini didominasi oleh pemain muda membuatnya semakin nyaman untuk meraih prestasi tertinggi bersama. Target mencetak gol di setiap pertandingan, adalah impiannya begitu memasuki lapangan. “Tim saat ini lebih berwarna dan guyub. Karena usia kami rata-rata juga tidak terpaut jauh,”ujar Juni. (dya/din/ong)