BANTUL-Status istimewa DIJ yang dampaknya ada dana keistimewaan (Danais) ternyata tak linier dengan angka kemiskinan. Dari 3.514.762 total jumlah penduduk, hasil sensus BPS tahun 2013 lalu, sekitar 15,03 persen berada di bawah kemiskinan. Angka ini di atas angka kemiskinan nasional sebesar 11,47 persen.

“Ini menjadi pukulan bagi DIJ. Karena, anggaran yang bisa untuk mengentaskan kemiskinan melimpah,” kata Ketua Komisi D DPRD DIJ Yoserizal, disela deklarasi Rumah Aspirasi Bang Yose di Dusun Pelem, Baturetno, Banguntapan, Bantul, kemarin.

Yose menuturkan, dari semua kabupaten dan kota se DIJ, Bantul ikut menyumbang. Angka kemiskinan Bantul pada tahun yang sama mencapai 15,18 persen.

“Memang di bawah rata-rata DIJ. Tapi di atas rata-rata nasional,” sesalnya.

Data itu, lanjut dia, menjadi pedoman bagi pemprov dan pemkab. Apalagi, program pengentasan kemiskinan sudah sangat beragam. Baik di Pemprov DIJ dan Pemkab Bantul.

“Ini yang harus menjadi evaluasi bersama. Yang rentan miskin harus bisa mandiri. Yang miskin diberikan pendampingan sampai lepas dari kemiskinan,” terangnya.

Politikus Partai Gerindra dari Dapil Bantul Timur ini mengungkapkan, penurunan kemiskinan berdasarkan data yang ia miliki sebenarnya bisa. Tapi lambat. Inilah yang menjadi teka-teki baik pemprov dan kalangan wakil rakyat.

Atas dasar itu, Yoserizal berinisatif mendirikan Rumas Aspirasi. Salah satu tujuannya untuk membantu dan mengawasi program pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Rumah Aspirasi ini lahir karena rasa gundah saya melihat masih banyak warga kita belum sejahtera,” jelasnya.

Untuk memastikan aspirasi warga terfasilitasi, Bang Yose mendirikan Rumah Aspirasi di sembilan kecamatan yang ada di Dapil Bantul Timur. Sembilan kecamatan tersebut adalah Banguntapan, Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong, Jetis, Kretek, dan Bambanglipuro.

Pada kesempatan itu, Camat Banguntapan Raden Bayu Broto mengapresiasi berdirinya Rumas Aspirasi Bang Yose. Apalagi, Bang Yose tercatat sebagai Ketua Komisi D yang membidangi persoalan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat.

“Persoalan itu yang dihadapi warga. Jadi ini sangat membantu pemerintah menyejahterakan warga,” tandasnya. (eri/dem/ong)