DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
ISTIRAHAT: Pemain sepak bola Pra-PON DIJ usai melawan Persija di Stadion UNY.
JOGJA – Manajemen Tim Sepak Bola Pra-PON DIJ mengagendakan laga uji coba lagi. Hal ini dilakukan sebagai upaya menggenjot mental tim menjelang babak kualifikasi atau Pra-PON Sepak Bola pada 20-30 Maret di Jawa Barat.

Setelah pembentukan tim, anak asuh Seto Nurdiyantara ini tidak memiliki waktu banyak berlatih bersama. Baru dua pekan dikumpulkan dan berlatih bersama, faktor mental masih jadi ganjalan bagi skuad DIJ ini.

“Kami akan uji coba dengan tim local. Banyak uji coba semoga bisa meningkatkan semangat anak-anak untuk bertanding,” ujar Penanggung Jawab Tim Pra-PON Sepakbola DIJ, Ediyanto (11/3).

Dia mengatakan, manajemen mengagendakan laga uji coba pada akhir pekan ini. Laga ini akan menjadi sesi terakhir sebelum tim berangkat ke Jawa Barat. Sementara untuk hari-hari yang tersisa minggu depan, hanya akan diisi dengan sesi latihan biasa.

Setelah tim terbentuk, pada ujicoba yang pertama, tim sepakbola DIJ langsung berhadapan dengan Persija yang sedang melakukan training camp di Jogja. Pada laga di Stadion Sepakbola UNY, Sunni Hizbullah dan kawan-kawan mengakui kegagahan Macan Kemayoran dengan kekalahan 1-3.

“Mental memang butuh pembenahan, karena waktu di babak pertama kemarin anak-anak sama sekali tidak kelihatan permainannya. Ujicoba bisa mendorong mereka tampil berani. Karena di Pra-PON nanti yang akan dihadapi tim-tim yang bagus,” papar Seto.

Dia berharap, dengan waktu latihan yang tersisa, anak asuhnya bisa membangun chemistry agar bisa mengarah pada permainan kolektif. Meski tidak ingin berandai-andai, Seto akan semakisimal mungkin membawa anak asuhnya tampil optimal di Pra-PON.

“Persiapan mepet bukan alasan tidak tampil terbaik. Semuanya memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik,” ujar pemegang lisensi B AFC ini. (dya/iwa/ong)