Peringatan Jumenengan RAA Cokronegoro I sebagai bupati pertam di Purworejo memungkinkan dijadikan kalender budaya untuk menarik kunjungan wisata. Namun, setidaknya diperlukan kecakapan instansi terkait menangkap peluang terserbut.

Tiga kali penyelenggaraan di Pendopo Rumah Dinas Bupati memberikan beberapa catatan dalam pengembangan ke depan, agar kegiatan tersebut diketahui dan melibatkan masyarakat umum.

“Selama ini, baru sebatas seremoni. Masyarakat belum banyak yang tahu. Padahal jumenengan ini sebagai bagian sejarah keberadaan
Purworejo. Kami berusaha dalam pelaksanaan mendatang lebih banyak masyarakat yang datang dan tahu dari dekat prosesi yang ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo Muh Wuryanto, Sabtu malam (27/2).

Wuryanto melanjutkan, pihaknya menjalankan fungsi pelestarian budaya untuk mengabadikan perjalanan sejarah dan dikemas dalam tampilan yang menarik.

“Kami berusaha menunjukkan jumenengan ini jadi tontonan yang layak jual. Kami berpikir, bagaimana ini tak diselenggarakan dalam ruang seperti pendopo. Tetapi di ruang yang
lebih luas, sehingga bisa menjadi tontonan yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” usulnya.

Kabid Pariwisata, Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pariwisata Purworejo Lilos Anggorowati mengaku siap menindaklanjuti event budaya tersebut sebagai wisata tahunan.

“Amat memungkinkan, jika dijual ke wisatawan. Bisa saja kami menjual paket wisata dan bekerja sama dengan biro wisata. Event ini bisa digabungkan dengan perjalanan wisata ke objek wisata di Purworejo,” ungkap Lilos.

Wakil Ketua DPRD Purworejo Yophi Prabowo minta jumenengan tak hanya sekedar peringatan sebagai bentuk penghormatan pada Cokronegoro I. Lebih dari itu, pemkab diminta melakukan sinergi SKPD terkait, sehingga jumenengan menjadi event budaya yang layak jual dan mendatangkan wisatawan.

“Semua bisa dikolaborasikan dengan kesenian lain untuk menarik perhatian para wisatawan,” tegas Yophi.

Adanya bentuk kesenian yang dipentaskan dalam rangkaian jumenengan, diharapkan wisatawan lebih lama tinggal di Purworejo. Dengan begitu, otomatis meningkatkan jumlah hunian hotel dan penjualan souvenir di Purworejo.(cr2/hes/ong)