DWI AGUS/RADAR JOGJA
DIPANGKAS HABIS: Salah satu peserta Aksi Berani Gundul yang diadakan Jogja City Mall (JCM), Minggu (14/2). Aksi ini sebagai wujud dukungan moral untuk anak-anak pengidap kanker.

Bentuk Rasa Empati pada Anak Penderita Kanker

Sebuah gerakan kepedulian terhadap anak penderita kanker digelorakan di Jogjakarta. Bertajuk Aksi Berani Gundul, gerakan ini mengajak masyarakat berani mencukur habis rambutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker yang masih anak-anak.

DWI AGUS, Sleman

KANKER merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Bagi mereka yang masih berusia belia, perjuangan melawan kanker tidaklah mudah. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bermain dan belajar tergantikan dengan masa pengobatan. Bahkan terkadang mereka merasa sendiri dalam berjuang melawan penyakitnya.

Tapi, kini anak penderita kanker tidak lagi sendiri. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. Tidak hanya bantuan dana, tapi juga dorongan semangat bagi seluruh anak penderita kanker. Salah satu gerakan ini adalah Aksi Berani Gundul.

Aksi ini digelar di Jogja City Mall (JCM), Minggu (14/2). Baik dari usia anak-anak hingga dewasa berpartisipasi dalam aksi sosial ini. Sesuai tagline, kegiatan ini mengajak pengunjung JCM mencukur gundul rambut mereka. Tujuannya memberikan donasi sekaligus dorongan semangat bagi anak penderita kanker.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Jogja (YKAKJ) Eka Wibawa mengatakan, aksi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pernah diselenggarakan di JCM juga. Animo dari masyarakat luar biasa, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tentunya ini sangat berdampak positif bagi adik-adik kita yang berjuang melawan kanker,” katanya disela-sela acara.

Sama seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini bersifat spontanitas. Siapa saja yang berpartispasi dapat langsung mendaftarkan diri. Donasi bersifat sukarela tanpa ada batas minimum. Pesertanya juga beragam, baik pengunjung mal maupun warga yang memang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Eka menjelaskan, konsep acara memang melanjutkan dari tahun sebelumnya. Dipilihnya Aksi Berani Gundul karena wujud rasa empati kepada anak penderita kanker. Eka mengungkapkan, setiap anak akan mengalami kerontokan rambut setelah menjalani kemoterapi.

Tak jarang saat gundul, anak mengalami rasa minder dan gangguan psikologis. Mereka sangat sangat perlu dorongan psikologis. Terlebih untuk memberikan semangat dalam menjalani masa pengobatan.

Dengan adanya aksi ini, besar harapan dapat membangun rasa percaya diri anak-anak pengidap kanker. Mengkampanyekan bahwa kondisi gundul yang mereka alami bukanlah satu hal yang harus ditakutkan. Aksi ini, lanjutnya, sangat bagus untuk menanamkan rasa empati pada penderita kanker, khususnya anak-anak.

“Jika kita gundul, mungkin tiga hingga empat bulan sudah lebat lagi. Tapi jika penderita kanker bisa gundul selama dua tahun saat kemoterapi,” ungkap Eka yang juga menggunduli rambutnya.

Eka mengungkapkan, YKAKJ sendiri memiliki sebuah rumah perawatan di Jalan Bangau No.8 Plemburan, Sleman. Dari semua penderita di sana, mayoritas adalah penderita kanker darah. “Di rumah perawatan ada treatment khusus selama proses perawatan,” ungkapnya.

Sementara itu, para peserta Aksi Berani Gundul terlihat bersemangat. Bahkan antrean mengular terlihat di belakang empat tukang cukur rambut. Salah satunya adalah Irawan Sambudi, 32, yang datang bersama keluarganya.

Sepanjang aksi cukur, dia pun selalu tersenyum. Ternyata dia tak sendiri, tapi mengajak anaknya Hopi Dejuno Irawan, 4. Duduk di samping kanan sang ayah, Hopi terlihat kalem. Bahkan sangat menurut ketika rambut lebatnya dicukur habis oleh pencukur rambut.

“Saya tahu info aksi ini dari Facebook dan memutuskan datang bersama keluarga,” ujarnya.

Irawan mengatakan, dia sengaja mengajak anak untuk partisipasi dalam aksi ini. Mengajarkan empati dan peduli kepada sesama khususnya anak penderita kanker kepada anaknya.

Hal yang sama juga diceritakan oleh Nurcahyadhi yang rela rambutnya dicukur gundul. Pria yang menjabat General Manager Hotel Hyatt Jogjakarta ini mengajak serta jajarannya. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 35 karyawan yang ikut dalam aksi ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangatlah penting dilaksanakan. Tidak hanya untuk membangun donasi namun semangat kepedulian. “Bagaimana menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri ke anak-anak penderita kanker. Tetap semangat karena masih banyak yang peduli,” ungkapnya. (ila/ong)