Hendri Utomo/Radar Jogja
DILANJUTKAN: Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian Anicetus Muda Kondo, 19, mahasiswa Stikes Wirahusada, Jogjakarta yang tenggelam di Glagah.

 
KULONPROGO – Hari ketiga pencarian, keberadaan korban laka laut di pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo belum juga ada kejelasan. Korban diperkirakan terseret arus cukup jauh. Karenanya, tim SAR memperluas radius pencarian dari tujuh kilometer menjadi 12 kilometer, baik ke arah Timur dan Barat dari titik pertama korban dinyatakan hilang.

Selain memperluas radius pencarian, jumlah tim SAR dan relawan juga ditambah. Dengan target pencarian tiga kali 24 jam, mereka berharap segera menemukan korban dengan kondisi apapun. Ini sesuai harapan keluarga korban.

“Kami sudah melakukan penyisiran hingga muara Sungai Progodi sisi Timur. Namun belum juga ada tanda-tanda. Hari ini kami melakukan penyisiran dua kali. Penyisiran juga sudah dilakukan kemarin hingga malam dan dilanjutkan pagi tadi hingga sore ini,” papar Rubiyanto, anggota SAR RAPI Kulonprogo kemarin (2/2).

Rubiyanto menambahkan, selain menambah radius pencarian ke Timur, SAR RAPI Kulonprogo juga menambah jumlah anggota 30-an. Kendala yang dihadapi cuaca yang tidak mendukung, ombak besar, angin kencang, dan hujan.

“Jika melihat mata angin dan arus laut, korban diperkirakan terseret jauh ke Timur. Korban kami perkirakan melewati Sungai Progo, karena arusnya cukup kuat,” imbuhnya.

Kepala BPBD Kulonporogo Gusdi Hartono menyatakan, akan membantu semampunya. BPBD juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait kendati kewenangan ada di SAR.

“Sewaktu-waktu dibutuhkan kami siap. Termasuk jika dibutuhkan sarana dan prasarana sesuai kemampuan akan kami bantu,” janjinya.

Sebelumnya, Anicetus Muda Kondo, 19, mahasiswa Stikes Wirahusada, Jogjakarta asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan hilang tenggelam di pantai Glagah, Minggu (31/1). Korban tenggelam saat mandi di pantai yang dikenal dengan memiliki gelombang laut Selatan yang ganas.

Korban sempat meminta tolong dengan melambaikan tangan saat terseret arus. Namun ia tidak berhasil tertolong.

Tim SAR gabungan, dibantu relawan, kepolisan, dan warga sudah melakukan proses pencarian. Hingga kini korban belum berhasil ditemukan.(tom/hes/ong)