Berikan Energi Positif, Penyemangat untuk Hadapi Tantangan

Seorang dokter spesialis kandungan beralih haluan menjadi bupati. Tak sekadar menjadi pemimpin yang disegani, namun benar-benar bisa memberikan pencerahan bagi warganya. Itulah dr Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) yang sudah memimpin Kulonprogo sejak 2012 lalu. Ada banyak gebrakan yang dia lakukan untuk warga di Bumi Menoreh. Tak heran jika namanya masuk dalam jajaran Sepuluh Bupati dan Wali Kota Terbaik Jawa Pos Grup (JPG) Awards 2016.

GEBRAKAN demi gebrakan dilakukan Hasto Wardoyo saat memimpin Kabupaten Kulonprogo. Sosok dokter spesialis kandungan yang ramah ini terkenal dengan inovasinya dalam gerakan Bela Beli Kulonprogo. Sebuah semangat untuk menyenangi, menggunakan, dan membeli produk buatan lokal.

Tak berhenti di situ, Hasto juga menerapkan peraturan daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di mana tak semua daerah berani melakukan hal itu. Sebab, dengan adanya Perda KTR maka tak ada lagi reklame dan kegiatan yang disponsori oleh produk rokok di Kulonprogo. Tak ayal, daerah yang memiliki slogan The Jewel of Java ini tak lagi menerima pajak dari reklame rokok. Sebuah keberanian yang patut diberi apresiasi.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jawa Pos Group Award 2016 yang telah memilih saya untuk menerima penghargaan,” ujarnya kepada Radar Jogja, baru-baru ini.

Hasto merasa penghargaan ini memberikan energi positif untuk bekerja lebih baik sebagai pelayan masyarakat. Juga bisa memotivasinya untuk bekerja lebih keras untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Penghargaan ini tentu memiliki makna yang sangat besar bagi saya, terus terang saya merasa surprise dipilih oleh Jawa Pos untuk mendapatkan JPG Award 2016 ini. Sebetulnya saya bekerja, antara yang dituntut dengan yang sudah diberikan kepada masyarakat masih jauh,” ungkapnya merendah.

Menurutnya, ekspektasi masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkannya di Kulonprogo masih jauh dari sempurna. Hasto merasa baru sekitar 10 persen saja yang sudah dijalankannya sesuai dengan keinginan warga di Bumi Binangun.

“Oleh karena itu, saya juga memohon dukungan kepada Jawa Pos Group, bagaimana kita ke depan, pemerintah daerah khususnya bupati dan jajaran lebih baik lagi. Tidak hanya untuk saya, tetapi juga bupati dimana saja di Indonesia,” ujarnya.

Hasto berharap, dengan penghargaan yang diterimanya ini mampu menandai bangkitnya semangat untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016. Sebab, tantangan tahun ini, setelah diberlakukannya MEA, akan semakin berat. Terutama di bidang ekonomi, yang ujung-ujungnya bisa berdampak pada kemiskinan dan kesenjangan sosial.

“Kemandirian ekonomi masih menjadi masalah yang serius. Mudahan-mudahan dengan penghargaan bisa menjadi penyemangat. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, hanya Allah yang bisa membalasnya,” tutupnya. (tom/ila/ong)