GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
OJEK DIFABEL:Giono (kiri), seorang penyandang tunadaksa bersiap mengantarkan Dion, penyandang tunanetra, dari Jalan Panembahan Senopati, Jogjakarta menuju daerah Godean, Sleman, Rabu (27/1).
JOGJA – Perhatian terhadap para disabilitas di Kota Jogja terus diting-katkan. Satu per satu, kebutuhan fasilitas umum bagi mereka juga dipenuhi. Terbaru, saat ini telah dioperasikan moda transportasi ojek khusus bagi penyandang disabilitas di seputaran Kota Gudeg. Bahkan, kemarin juga digelar parade Tongkat Putih dengan rute dari halaman DPRD DIJ sampai Taman Pintar
Ya, jika selama ini para penyan-dang disabilitas atau difabel di Kota Jogja dan sekitarnya sulit menikmati moda transportasi khususnya ojek, kini tak lagi demikian. Mereka sudah bisa naik ojek dengan aman dan nyaman di seputaran Kota Jogja hingga Parangtritis dan Pram-banan.Itu menyusul telah dioperasi-kannya ojek khusus bagi para kaum difabel.

Berangkat dari keinginan memberikan fasilitas kepada para penyandang cacat, Difa City Tour and Transport meluncurkan jasa transportasi khusus difabel. Operatornya juga difabel. Presiden Direktur Difa City Tour and Transport Triyono menga-takan, jasa layanan transpor-tasi khusus para difabel tersebut sama halnya dengan transpor-tasi ojek umumnya. Hanya saja, operatornya khusus difabel, dan motornya dimodifikasi khusus seperti becak. “Ada paket umum dan khusus, kalau untuk penum-pang umum berdasarkan jarak,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu (27/1).

Ojek khusus difabel sudah mulai beroperasi sejak empat bulan terakhir. Mereka terbentuk karena aspirasi anggota asosiasi difabel roda tiga yang juga ingin punya taksi motor khusus difabel. ” Sekarang sudah ada 20-an a rmada,” jelasnya.Dijelaskan, selain dapat fasi-litas mobilisasi, moda ini bisa sebagai saling interaksi. Dia ber-harap, dengan adanya ojek di-fabel dapat menumbuhkan percaya diri, dan berinteraksi. Di tempat berbeda, kemarin (27/1) Pemerintah Kota Jogja menggelar Parade Tongkat Putih, dengan mengambil start dari halaman DPRD DIJ dan finish di Taman Pintar. Dalam kesempa-tan parade ini, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) meneriakkan komitmennya untuk mewujud-kan kota inklusif di Kota Jogja.

Menurut HS, keinginannya mewujudkan Kota Inklusi tak sekadar dalam bentuk peraturan daerah (perda), tapi yang lebih penting adalah pelibatan penyan-dang disabilitas dalam sebuah pembangunan kota. HS men-jelaskan, pelibatan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali sebuah kewajiban. Terlebih, penyandang disabilitas juga banyak yang memiliki kemam-puan lebih. “Tinggal saat ini, adalah bagaimana mewujudkan pemikiran inklusif di semua masyarakat,” ujar HS.

HS mengaku, sangat menga-presiasi penuh penyeleng garaan parade ini. Apalagi, bertujuan sama seperti visi Kota Jogja. Yakni mewujudkan kota yang inklusif. “Salah satu visi dari Kota Jogja adalah mewujudkan kota inklusif. Artinya kota yang nyaman ditinggali oleh segala lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” tan-dasnya. Ketua Umum Pertuni Pusat Aria Indrawati mengapresiasi visi dan fasilitasi dari pemkot selama ini. Terutama, dalam memperhati-kan penyandang disabilitas. “Sepertinya sejauh ini baru Jogja yang sudah menggodok raperda mengenai disabilitas,” jelasnya. (riz/eri/ila/jko/nn)