SLEMAN- Pemkab Sleman merasa turut tanggung jawab terhadap eks pengikut Gafatar yang dievakuasi dari kamp di Kalimantan Barat. Nah, demi mencegah tumbuh kembang kembalinya paham yang dilarang agama dan negara, pemkab siap membina warga eks Gafatar yang pulang ke Sleman.

Kendati begitu, hingga kemarin (21/1), pemkab belum memperoleh informasi terkait hal tersebut. Informasi sementara yang diterima pemkab, ada 11 orang akan dipulangkan dari bekas perkampungan Gafatar. Empat orang warga Umbulharjo, Cangkringan, tiga warga Berbah, dan empat asal Sidoarum, Godean.

Penjabat Bupati Gatot Saptadi mengatakan, pembinaan sebagai upaya preventif agar organisasi terlarang tersebut tak berkembang lagi. Lebih dari itu, pendekatan persuasif demi menyadarkan psikologis mereka terhadap paham yang dianut selama ini.

Gatot menilai, Gafatar sebagai organisasi nonkeagamaan. Karena itu, pendekatannya bukan sebatas sisi keagamaan. Tapi juga dari sisi keorganisasian. “Nanti tergantung kondisi lapangan. Yang jelas, kami menerima setiap warga yang pulang ke Sleman,” katanya kemarin (21/1).

Gatot menegaskan, pembinaan kepada eks anggota Gafatar adalah tugas pemerintah. Bukan lembaga atau organisasi masyarakat lain.

Diakuinya, pendekatan kepada eks penganut paham radikal Gafatar bukanlah hal mudah. Karena itu, butuh kerja sama antar pihak dan instansi untuk pendekatan berbagai aspek.

Menurutnya penanganan penduduk yang pernah tergabung dalam Gafatar perlu dilakukan dari berbagai aspek, serta membutuhkan kerja sama dari berbagai instansi. Nah, guna mencegah timbulnya organisasi serupa, ke depan, pemkab memberlakukan seleksi secara lebih ketat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi Untoro Budiharjo menuturkan, tahap awal pembinaan eks Gafatar mulai kondisi psikologi masing-masing. Dinas berencana menerjunkan tim untuk menelisik siapa saja dan alamat eks Gafatar di Sleman.

Menurutnya, penanganan terhadap eks Gafatar bisa berbeda-beda antara satu dan lainnya. Termasuk dilihat kepulangan mereka yang disertai harta benda atau hanya sosok. “Kondisinya itu yang terpenting. Harus kami lihat dulu,”tuturnya.(yog/din/ong)