KULONPROGO – Pembudidaya ikan di Ku-lonprogo membutuhkan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi usahanya. Tingginya harga pakan pabrikan menyebabkan mereka sulit untung. Hal itu diungkapkan anggota Ko-misi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso SH di gedung Dewan setempat, kemarin (18/1). “Saat saya melakukan reses di Galur dan Len-dah banyak petani ikan yang mengeluhkan itu. Mereka kesulitan mengembangkan usahanya karena keuntungan yang diperolah minim, ba-hkan tidak sedikit yang rugi karena harga pakan pabrikan yang relatif mahal,” katanya.

Diungkapkan beberapa pembudidaya ikan sempat mengusulkan agar Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKKP) Kulonprogo segera merintis pembuatan pakan alterna-tif dari bahan-bahan lokal. Pembudidaya ikan di Desa Pandowan, Ke-camatan Galur bahkan sangat berharap pe-merintah bisa melatih mereka dalam mem-buat pakan sendiri. Mereka ingin terlepas dari ketergantungan pakan ikan buatan pabrik. “Alasannya jelas, harga pakan pabrik terus naik, padahal harga ikan relatif stabil, biaya operasional menjadi tidak cucuk,” ungkapnya. Priyo menegaskan, DKKP memang sudah saatnya melakukan kajian mendalam t entang peroduksi pakan ikan alternatif. Pasalnya, jumlah pembudidaya ikan di Kulonprogo cukup banyak. Jika harus tergantung pada pakan buatan pabrik maka akan sulit berkembang. (tom/laz/ong)