RADAR JOGJA FILE
SAAT AKAN BERJUANG: Suharsono-Halim saat pengundian nomor urut pasangan calon Pilkada Bantul beberapa waktu lalu.
SEBELUM dilantik sebagai bupati dan wakil bupati, pasangan Suharsono-Halim telah me-nyiapkan berbagai program untuk memuaskan masyarakat Bantul. Sesuai dengan tagline pasangan ini yaitu pro perubahan, Suharsono-Halim fokus pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yaitu kesehatan dan pendidikan. “Kami akan menghapus retribusi puskesmas. Sebab, banyak masyarakat terutama kelas ekonomi menengah ke bawah yang mengeluhkan adanya retribusi puskesmas,” kata Abdul Halim Muslih.

Program berikutnya yaitu pendidikan. Peme-rintahan mendatang akan memberikan akses kepada seluruh masyarakat Bantul mendapatkan pendidikan gratis sampai tingkat SMA. Kemudian melarang sekolah negeri k melakukan pungutan. Larangan ini bukan sekadar janji manis tetapi akan diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. “Kalau ada sekolah yang memungut, kepala se-kolah akan dikenai sanksi. Sebab, selama ini masih ada sekolah negeri yang melakukan pungutan serta ada duplikasi dana bantuan operasional sekolah (BOS),” tegasnya.

Tak kalah penting adalah program pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pasangan Suharsono-Halim akan melakukan uji kelayakan kepada pejabat di lingkungan Pemkab Bantul. Itu sesuai dengan standar rekrutmen pegawai. “Rekrutmen bukan berdasarkan kedekatan, hu-bungan keluarga atau teman. Bukan pula karena balas jasa dan setoran,” ungkapnya.Halim menuturkan, paling penting adalah pejabat yang terlibat korupsi tidak akan dilindungi. “Dia harus mempertanggungjawabkan secara hukum,” ungkapnya. (mar/ila/ong)