ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DISITA: Terompet sampul Alquran yang disita oleh Polsek Banguntapan, kemarin (30/12).
BANTUL – Asa Saripan, 53, mengais rezeki dengan menjual terompet menjelang tahun baru di DIJ sirna. Gara-garanya, barang dagangan milik warga Ploso Tanjung, Bu-lukerto, Wonogiri, Jawa Tengah ini kemarin (30/12) disita Polsek Banguntapan karena terbuat dari sampul Alquran. “Mau bagaimana lagi. Mungkin ini bukan rezeki saya,” terang Sariman saat ditemui di Mapolsek Banguntapan, Bantul, kemarin (30/12)
Sariman memperoleh barang dagangan terompet dari salah satu grosir mainan di Wonogiri. Satu terompet dibelinya dengan harga Rp 2.000. Kemudian di-jual Rp 5.000. Kesibukan men-jual terompet dilakukannya hanya saat menjelang tahun baru. “Ada 60 terompet yang mau saya ke jual di Jogja. Saat kulakan saya juga nggak tahu kalau bahannya dari sampul Alquran,” ujarnya.Selama lima hari berada di DIJ, barang dagangan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani ini telah laku 20 biji. Dia mengungkapkan, tidak sendirian datang dan berjualan di DIJ. Ada dua tetangga yang ikut dan menjajakan barang dagangan serupa.”Kami ngekos di Janti. Tapi kalau siang jalan sendiri- sendiri,” jelasnya.
Meski barang dagangannya disita, Saripan mengaku pasrah. Dia berencana pulang setelah proses pemeriksaannya di Mapolsek Banguntapan usai.Kapolsek Banguntapan Kompol Suharsno menyatakan, pihaknya langsung melakukan penyisiran di wilayah Banguntapan pasca berita terompet dengan bahan sampul Alquran itu menge muka. Dari hasil penyisiran ini di-ketahui, terompet ‘terlarang’ ini ter nyata juga beredar di wilayah Banguntapan. “Ada 40 buah yang kami sita. Sedangkan dua penjual lagi masih kami cari,” ucapnya. (zam/din/ong)