GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
JANTUNG KOTA: Sejumlah remaja bersepeda di Jalan Margo Mulyo, Malioboro, Jogjakarta, Rabu (30/12). Pada malam pergantian tahun baru 2016, mulai pukul 19.00 WIB kawasan Malioboro steril dari kendaraan bermotor.
SLEMAN – Sebagai antisipasi terjadinya kepadatan kendaraan pada malam tahun baru, Kamis (31/12), Polda DIJ menyiapkan jalur alternatif bagi wisatawan menuju objek wisata. Termasuk melakukan rekayasa lalu-lintas dan buka tutup jalan, terutama di kawasan Malioboro.Direktur Lalu Lintas Polda DIJ Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji mengatakan, telah berkoordinasi bersama dinas perhubungan di semua kabupaten di DIJ. Serta menyiapkan jalur alternatif dan pengalihan arus menuju objek wisata utama seperti Malioboro, Kaliurang, Pantai Parangtritis, serta objek-objek wisata di Gunung-kidul.Dia mencontohkan, seperti ken-daraan menuju Pantai Parangtritis, misalnya, akan disiapkan jalan alternatif untuk memecah arus lalu lintas
Yakni melalui Jalan Imogiri Barat serta Jalan Bantul, sehingga kendaraan menuju objek wisata pantai itu tidak hanya terpusat melalui Jalan Parangtritis.”Demikian juga saat pulang dari Parangtritis, kami telah menyiapkan jalur alternatif dengan memasang rambu- rambu penegas penunjuk jalan,” katanya kepada wartawan di Mapolda DIJ, Rabu (30/12).Untuk kendaraan menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Kaliurang, menurut Tulus, disiapkan beberapa jalur naik ke atas. Di antaranya dapat melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar, agar arus kendaraan tidak terkonsentrasi melalui Jalan Kaliurang saja. Sementara untuk jalur pulang dari Kaliurang akan dilakukan buka tutup di Pakem.”Kami siapkan jalur alternatif langsung menuju Magelang maupun Klaten,” jelasnya.
Sedangkan kendaraan yang akan masuk ke kawasan Malioboro dari arah Jalan Margo Utomo akan diarahkan lurus hingga memutar Stadion Kridosono. Lalu kem-bali ke Abu Bakar Ali, Kleringan, baru bisa masuk Malioboro.Di sepanjang Jalan Malioboro juga dilakukan penutupan mulai pukul 19.00 WIB, sehingga kawasan itu akan bebas ken-daraan dan dikhususkan bagi pejalan kaki. Bagi kendaraan yang akan menuju kawasan Malioboro diarahkan untuk parkir di Abu Bakar Ali, Nga-bean, serta kantung-kantung parkir lainnya di kawasan Tugu Jogja. “Kantung parkir di Abu Bakar Ali sangat mampu menampung kendaraan sebab memiliki kapasitas 2.600 untuk roda dua, dan 60 untuk roda empat,” terangnya.
Sedangkan untuk mengantisi-pasi kemacetan, menurut Tulus, pihaknya juga meminta Dinas Perhubungan DIJ memastikan setiap Area Traffic Control System (ATCS) di perempatan jalan lingkar. Agar di sana dipastikan dijaga oleh operator.”Siapkan personel untuk me-ngurai kemacetan. Termasuk secara manual akan menga rahkan kendaraan jika di jalan provinsi terjadi kepadatan, seperti di ring-road,” tandasnya. (riz/ila/ong)