SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BUKA DATA: Rilis akhir tahun yang dilakukan Polda DIJ di gedung serbaguna Polda DIJ, Rabu (30/12) kemarin
SLEMAN – Angka kriminalitas di DIJ selama 2015 mengalami peningkatan sebanyak 16,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2014 lalu, total tindak kriminal sebanyak 5.679 kasus. Nah, sesuai perhitungan Polda DIJ, tahun ini angkanya melonjak menjadi 6.619 kasus atau naik sebanyak 940 kasus.Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan, peningkatan tersebut dari hasil analisis dan evaluasi jajarannya karena disebabkan beberapa hal. Antara lain, mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kejahatan yang me nimpanya kepada polisi. Di samping itu, juga mulai per-cayanya masyarakat kepada institusi polisi untuk mengatasi permasalahan kamtibmas, dan faktor ekonomi
“Di sisi lain, anggota dan jajaran kita juga lebih intens dalam melakukan patroli di wilayah. Selain itu, mungkin saja masih ada masyarakat yang masih enggan melapor,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers akhir tahun di gedung serbaguna Polda DIJ, Rabu (30/12) kemarin.Lebih jauh, tingginya angka kriminalitas tersebut telah diimbangi dengan angka pe-nyelesaian perkara yang me ningkat dari tahun sebelumnya. Dari 2.776 kasus menjadi 3.061 kasus di 2015. Angka ini naik 285 kasus atau 10,27 persen. Sedangkan indeks kriminalitas atau kejadian me-nonjol yang mendapat banyak atensi juga mengalami kenaikan 87 kasus atau 4,48 persen.Kapolda merinci, tahun ini peringkat kasus kriminalitas di-dominasi kasus penipuan se-banyak 1.548 kasus, pencurian dengan pemberatan 710 kasus.
Sedangkan pencurian biasa 702 kasus, pencurian kendaraan ber-motor 512 kasus, penggelapan/fidusia 599 kasus, penganiayaan 434 kasus, narkoba 403 kasus. Serta pencurian dengan ke kerasan 221, pengeroyokan 170, KDRT 124, dan perjudian 133 kasus.Sementara itu, untuk kasus narkoba mengalami peningkatan pada jenis psikotropika, yakni 33 kasus dibanding tahun 2014 yang hanya 10 kasus. Narkotika 194 kasus, turun 4,9 persen dibanding sebelumnya 204 kasus. Kasus bahan berbahaya dari 125 naik menjadi 176 kasus. Barang bukti yang disita antara lain 3.700 gram ganja, delapan butir ekstasi, 103,25 gram sabu, dan 2.068 butir psi-kotropika golongan IV. “Jumlah pengedar yang di-tangkap 398 orang, pemakai 108 orang. Tahun sebelumnya 183 orang, pemakai 261 orang ter-sangka,” jelasnya.
Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji menambah-kan, untuk data laka lantas, pada tahun ini juga mengalami pe-ningkatan korban meninggal dunia. Jumlahnya 352 korban jiwa, naik dari tahun 2014 yakni 290 korban jiwa. Total kecelakaan 3.922 kejadian dengan kerugian material mencapai Rp 2,7 miliar. Selanjutnya di tahun 2016 yang tinggal hitungan hari, seluruh jajaran dan satuan di Polda DIJ berupaya meningkatkan kinerja dan disiplin anggota. Tahun depan yang akan terus ditingkatkan salah satunya pemberantasan narkoba. (riz/ila/ong)