RADAR JOGJA FILE
JADI MASALAH: Keberadaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan kembali menuai masalah. Warga sekitar kembali mengeluhkan pengelolaan TPST ini, karena mengganggu aspek kesehatan.
PIYUNGAN – Akses jalan menuju tempat pem-buangan sampah terpadu (TPST) Piyungan diblokir warga Pedukuhan Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, kemarin (29/12). Pemblokiran jalan yang beraki-bat tidak dapat masuknya truk-truk pengangkut sampah ini sebagai puncak kekesalan warga. Maryono, salah satu warga menyatakan, warga sudah dua kali mengeluh kepada pengelola TPST Piyungan. Tetapi, pihak pengelola tidak begitu menggubris keluhan ini. “Kami hanya meminta dua hal. Yaitu, penyemprotan dua kali seminggu dan pemberian dana stimulan,” tandas Maryono.
Maryono mengungkapkan, sejak diambil alih pemerintah DIJ, pengelolaan TPST kian tidak memerhatikan kondisi lingkungan. Pengelola TPST tidak lagi melakukan penyemprotan. Dam-paknya, lalat yang dapat membawa bakteri pun banyak berkeliaran di permukiman warga. “Sepan-jang 2015 sudah ada warga yang terkena muntaber. Mau gimana lagi. Wong makan rebutan dengan lalat,” ujarnya.Kondisi ini berbeda ketika pengelolaan TPST masih dikelola Sekber Kartamantul. Dulu, pengelola TPST sangat memerhatikan kondisi kesehatan lingkungan.
Sejak dikelola pemerintah DIJ pula tidak ada lagi dana stimulan yang diberikan kepada warga. Biasa-nya, dana stimulan ini dimanfaatkan warga untuk beragam program pembangunan di sekitar TPST. Misalnya, perbaikan jalan menuju TPST. Maryono menegaskan, warga akan melakukan demonstrasi bila aksi pemblokiran tidak segera direspons pengelola.Kasi Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Sarjani menyampaikan, anggaran penyemprotan dan dana stimulan memang tidak dianggarkan pada 2015. Namun demikian, Sarjani berjanji akan menyam-paikan keluhan warga kepada pemerintah DIJ. “Besok akan kami lakukan penyemprotan,” jelas-nya. (zam/din/ong)