GUNAWAN/RADAR JOGJA
JALUR MAUT:Warga berkerumun di lokasi lakalantas bus PO Maju Lancar di Desa Putat, Patuk, kemarin (29/12).
GUNUNGKIDUL – Libur panjang di penghujung tahun 2015 diwarnai rentetan peristiwa kecelakaan lalu-lintas (lakalantas). Dalam sehari kemarin (29/12), sedikitnya ada empat kasus, di antaranya sampai merenggut korban jiwa.Lakalantas pertama berlangsung di jalur Jogja-Wonosari. Bus antar-kota antarprovinsi PO Maju Lancar nopol AB 7593 CD yang dikemudi-kan Sunyoto, 36, warga Gledagan, Karang Lor, Manyaran, Wonogiri, menabrak tumpukan batu. Laka tunggal itu terjadi di Desa Putat, Patuk sekitar pukul 0.4.30. Beruntung dalam insiden di pagi buta itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Namun proses eva-kuasi 12 penumpang sempat ber-langsung dramatis.”Sebelum jalan menurun ( Pedotan Wetan) rem masih dalam posisi bagus. Namun setelah 300 meter melaju jalan menikung, bus tiba-tiba mengalami rem blong,” kata sopir Sunyoto.
Kendaraan berjalan oleng hingga akhirnya berhenti di depan Puskes-wan setelah menabrak gundukan batu. Bus pun ringsek. kerugian aki-bat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 15 juta. Kecelakaan kedua dialami pengen-dara sepeda motor. Di lokasi be-beda, sebuah kendaraan Mitsubishi Super Exceed dengan Nopol AD 9331 EK sarat penumang terperosok ke pekarangan warga Desa Bunder, Patuk, pukul 07.30. Sopir Sigit, 38, mengaku melaju dari arah Wono-sari menuju Jogja.Entah bagimana ceritanya, ken-daraannya langsung terperosok ke jurang. “Sopir mungkin lelah dan mengantuk, sehingga menyebabkan konsentrasi berkurang,” kata saksi korban, Supratikto.
Kemudian kecelakaan merenggut korban jiwa berada di wilayah pe-sisir. Warga Bojongsoang, Jawa Ba-rat, Ateta Sembiring meninggal dunia saat berwisata ke Pantai Baron di Kecamatan Tanjungsari.Sekretaris Sarsatlinmas Wilayah II Pantai Baron Surisdiyanto mengata-kan, kejadian berawal saat korban rombongan bermain air selama ku-rang lebih 10 menit. Tidak lama ber-selang mereka menepi dan berfoto. “Setelah menepi mereka melaku-kan foto selfie bersama. Korban jatuh pingsan dan mengalami kejang-kejang kemudian meninggal dunia,” kata Surisdiyanto. (gun/laz/ong)