HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
POTENSIAL: DIJ memiliki bibit-bibit atlet dayung potensial yang bisa dikembangkan. Kualitas itu terlihat saat pelaksanaan Porda DIJ 2015 yang berlangsung di Kulonprogo.
JOGJA-Pengda Persatuan Olah-raga Dayung Indonesia (PODSI) DIJ tetap akan memberangkatkan tim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Meskipun me-loloskan 6 atlet, namun semua belum dapat memenuhi kriteria KONI DIJ, yakni masuk empat besar di Pra-PON. Karena itu PODSI DIJ akan melakukan pus-latda mandiri.Bidang Teknis Pertandingan Pengda PODSI DIJ Yuli Astuti mengatakan, pihaknya tetap akan mengapresiasi dan mengupaya-kan segala macam cara agar enam atlet yang lolos tetap berangat ke PON 2016. “Kami memang tidak menargetkan muluk-muluk. Masuk delapan besar sudah sangat bagus bagi tim, karena tim yang berang-kat semua junior,”ujarnya kemarin.
Enam atlet yang lolos terdiri dari empat atlet dayung, yakni kelas rowing double putri, rowing single putri dan rowing double putra di kejurnas Pra-PON yang berlang-sung 10 hingga 16 Desember lalu. Sedangkan dua atlet dari kanoing di kelas kayak slalom putra dan putri di Pra-PON yang berlangsung pada 10-17 November lalu.Yuli mengatakan, meskipun belum bisa menembus peringkat empat besar, namun pihaknya yakin atlet DIJ bisa memberikan yang terbaik saat di PON nanti. “Terus terang memang selama ini kami kesulitan sarana tempat latihan. Untuk itu, kami akan me-nitipkan enam atlet ini ke pusat dan ikut latihan bergabung di pelatnas,” paparnya.
Menurutnya, training camp (TC) di pelatnas sendiri akan mulai diikuti atlet DIJ pada pertengahan Januari 2016, selama kurang lebih 8 bulan. “Kami sudah koordinasi-kan dengan pusat dan mereka sudah oke. Karena kami ingin tar-getkan yang terbaik untuk DIJ,” ujarnya. (dya/din/ong)