JOGJA – Penempatan kantor baru untuk organisasi hasil pemekaran amanat Perdais tentang Kelem-bagaan, ternyata masih menimbulkan ganjalan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP yang sebagian besar personelnya bertugas melakukan pengamanan di kompleks Kepatihan akan di-pindah kantornya ke gedung perkantoran di sekitar Jogja Expo center (JEC)
Kepala Satpol PP DIJ Bambang Budi Istarjo mengatakan, sudah menerima surat dari Dinas Pe-ngelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ untuk segera pindah ke kantor baru. Rencananya, Satpol PP menem-pati bekas kantor KPU DIJ yang berada paling utara di kompleks perkantoran JEC tersebut. “Sudah terima surat, tapi mungkin belum sepenuhnya bisa pindah meski 2 Januari 2016 nanti sudah di kantor baru,” ujarnya saat dihubungi, kemarin (29/12).
Meskipun begitu, tidak semua Satpol PP akan pindah ke kantor baru. Bambang mengatakan, untuk Bagian Pengamanan dan Operasional masih akan berada di kantor lama, di dekat pintu masuk Kepatihan Jogja. Hal itu karena tugasnya untuk melaku-kan pengamanan di kantor Gubernur DIJ tersebut. Sedangkan untuk bagian lain-nya menempati kantor baru. Meski begitu, Bambang menga-ku akan memenuhi penataan aset yang sudah dilakukan oleh DPPKA DIJ tersebut. “Idealnya harusnya (kantor Satpol PP) satu kompleks dengan objek yang dijaganya,” terang Bambang.
Salah seorang petugas Satpol PP DIJ yang tidak mau disebut-kan namanya mengatakan, saat ini kantor Satpol PP DIJ sudah mulai dibersihkan. Termasuk mengangkut peralatan kantor seperti komputer, kursi, dan meja ke kantor baru. Menurut-nya, dari informasi yang didapat, bekas kantor Satpol PP DIJ di kompleks Kepatihan Jogja ter-sebut akan digunakan untuk perluasan kantor Badan Peren-canaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ. “Infonya mau digunakan Ba-ppeda, kalau saya inginnya tetap di Kepatihan, mosok tugasnya di sini (Kepatihan) tapi absen di Janti (kantor baru),” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bappeda DIJ Tavip Agus Rayanto menyangkal jika kantor Satpol PP DIJ di kom-pleks Kepatihan akan digunakan untuk perluasan Bappeda. Me-nurut dia, berdasarkan Perdais Kelembagaan, Bappeda DIJ memang mendapatkan ketam-bahan pembentukan satu unit pelaksana teknis (UPT) baru, yaitu UPT Data dan Statistika. “Kita hanya menambah satu eselon III untuk UPT Data dan Statistika, lokasinya di lantai atas Jogja Tourism Information Cen-ter,” ungkapnya.Sebelumnya, Kepala DPPKA DIJ Bambang Wisnu Handoyo mengatakan bekas kompleks perkantoran di sekitar JEC, yang sebelumnya dimintakan peng-hapusan asset ke DPRD DIJ, akan dimanfaatkan untuk kantor SKPD hasil Perdais Kelembagaan. “Kami sudah minta pembatalan aset tersebut karena masih di-pakai,” jelasnya. (pra/ila/ong)