DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
KONSENTRASI: Elvina Ika Fitiana (PPLP DIJ) saat bertanding di final ronde nasional umum putri di Jogja Open Archery Tournament 2015, Selasa (29/12) di GOR Amongrogo. Di nomor ini, Elvina hanya mampu meraih perak. Sedangkan medali emas direbut Ninik Umardiyani ( NPC DIJ).
JOGJA-Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) DIJ merebut gelar juara umum di ajang Jogja Open Archery Tournament 2015 dengan perolehan 35 emas, 19 perak, dan 14 perunggu. Krido Hasto Surakarta yang sebelumnya sempat memimpin perolehan medali, harus puas di pe-ringkat kedua dengan 21 emas, 13 perak, dan 3 perunggu. S
edangkan UNY menempati peringkat ketiga dengan 20 emas, 11 perak, dan 10 perunggu.Di hari terakhir, Selasa (29/12) Elvina Ika Fitri-ana gagal menambah emas bagi PPLP DIJ dan harus puas di urutan kedua setelah Ninik Umar-diyani yang mewakili NPC DIJ berhasil menyabet medali emas di nomor ronde nasional umum putri. Sedangkan perunggu berhasil direbut Tu-wariyah dari NPC DIJ.
Sementara nomor yang sama di bagian putra, medali emas dan perunggu menjadi milik Krido Hasto Surakarta dan hanya menyisakan emas eliminasi individu yang berhasil dicuri Okka Bagus Subekti bagi PAB DIJ.Kejuaraan panahan indoor yang berlangsung sejak Minggu (27/12) di GOR Amongrogo Jogja ini mempertandingkan tiga divisi yaitu ronde fita recurve, ronde nasional, dan ronde fita compound. Dengan peserta lebih dari 200 atlet dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Sulawesi Teng-gara, Riau hingga Papua. Nomor-nomor yang dipertandingkan kelas mu-lai dari SD, SMP, SMA, mahasiswa dan umum. “Antusiasme atlet panahan ternyata di luar du-gaan. Karena kejuaraan panahan indoor memang masih jarang. Kami berharap bisa menggelar ru-tin setiap tahun sebagai ajang kompetisi bagi pemanah tanah air,”ujar Ketua Pelaksana Rudi Hartono.
Kejuaraan panahan indoor memang belum ba-nyak dipertandingkan jika dibanding panahan outdoor. Meskipun sebenarnya sudah masuk da-lam World Archery. Sedangkan dari sisi kesulitan, panahan indoor justru lebih minim ganguan, mi-salnya gangguan angin. Namun,target yang di-gunakan memang lebih kecil dan jarak juga lebih pendek dari panahan outdoor.Kejuaraan yang baru pertama kalinya digelar ini memperebutkan total hadiah uang Rp 60 juta, serta doorprize. “Kami berharap dengan kejua-raan ini masyakarat lebih mengenal lagi panahan indoor, serta menjadi ajang kemampuan bagi para atlet,”ujar Rudi.(dya/din/ong)