DWI AGUS/RADAR JOGJA
NIKMATI KARYA SENI: Pengunjung menikmati pameran di Ark Galerie Suryodiningratan Jogjakarta, kemarin. Pameran oleh empat seniman muda ini, akan berlangsung hingga 31 Januari 2016.
JOGJA – Manusia dan alam me-miliki hubungan yang sangat erat. Konsep ini lah yang dihadirkan da-lam pameran bertajuk ALAM/BENDA. Bertempat di Ark Galerie Suryodiningratan Jogjakarta, pame-ran ini berlangsug hingga 31 Janu-ari 2016.Kurator pameran Chabib Duta Hapsoro menilai, hubungan manu-sia dan alam sangatlah erat. Inte raksi ini melahirkan beberapa pemikiran dan produk kreatif. Namun dalam beberapa kasus, justru manusia ber-tindak semena-mena pada alam.”Alam sangatlah mendukung ke-langsungan hidup manusia. Sayang-nya, dalam beberapa kesempatan, manusia justru menyelewengkan ini. Seperti beralih fungsi hutan menjadi ladang, sawah dan perke-bunan,” ungkapnya (29/12).
Menurut Chabib, perilaku manu-sia ini tergolong dalam hasrat ke-bendaan. Di mana sifat kedunia-wian ini cenderung sementara. Artinya manusia masih memiliki orientasi kebendaan yang tinggi.Hasrat kebendaan ini, lanjutnya, bersifat sementara. Muncul sebelum kesadaran akan sudut pandang hidup yang lebih luas. Termasuk keinginan manusia untuk menge-jar sisi religi dalam hidupnya.”Hasrat kebendaan seperti terpi-sah dengan hasrat keilahian. Oleh karena, keterpisahan itu membuat kami memandang alam sebagai benda mati yang terpisah dari ke-beradaan atau eksistensi kita seba-gai manusia sehari-hari,” ungkap-nya.Pameran ini menghadirkan karya-karya dari empat seniman. Mereka adalah Aditya Chandra Hernawan , Michael Binuko, Prilla Tania, dan Syaiful Aulia Garibaldi. Keempat seniman ini hadir dengan perspek-tif mereka masing-masing.
Salah satunya percaya bahwa alam harus dihormati. Ini berdasarkan pengalaman nenek moyang dalam memandang alam. Seperti era se-belum kepercayaan agama masuk ke nusantara. Seperti ritual menyem-bah benda dan alam yang di anggap sakral.”Perlakuan nenek moyang kita terhadap alam dan benda, sangatlah indah. Tidak mengeksploitasi ka-rena sadar sebagai bagian dari alam. Sehingga berkewajiban menjaga alam,” kata Chabib. Sehingga pe-mikiran ini harus tetap dilestarikan. Terutama kesadaran untuk men-jaga kelestarian alam. (dwi/jko/ong)