ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
AKLAMASI: Pengurus Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Magelang menggelar musyawarah cabang (muscab) kemarin (29/12).
MUNGKID – Pengurus Perem-puan Bangsa PKB Kabupaten Magelang menggelar musyawarah cabang (muscab), kemarin (29/12). Melalui aklamasi, Hibatun Wafiroh kembalimenahkodai Perempuan Bangsa PKB yang merupakan badan otonom dari PKB. Ia terpilih menjadi ketua untuk kepengurusan periode 2016-2021 mendatang.Muscab dihadiri 21 utusan Pengurus Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Magelang, Ketua DPW PKB Jateng M Yusuf Chudlori, dan Ketua DPW Perempuan Bangsa PKB Jateng Hj Rosidah. Pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang juga hadir mengikuti jalannya muscab.
Wafiroh dinobatkan Ketua Perempuan Bangsa PKB Kabu-paten Magelang setelah satu kandidat calon ketua, yakni Ati Dulkhori menyampaikan ketidak-sanggupanya dan mundur men-jadi calon. Kemudian forum secara aklamasi menunjuk Wafiroh kembali memimpin Perempuan Bangsa PKB.Wafiroh bersyukur, diberi amanat kembali untuk memimpin. Mus-cab merupakan forum permu-syawaratan tertinggi pengurus Perempuan Bangsa PKB di Kabu-paten Magelang. Acara dilang-sungkan setiap lima tahun sekali dengan agenda pemilihan ketua dan penyampaian LPJ kepengurusan.”Kami bersyukur dipilih kembali menjadi ketua setelah melalui musyawarah mufakat,” katanya.
Setelah ditampuk pimpinan, ke depan ia akan meningkatkan partisipasi perempuan dan keterlibatan peran perempuan di politik. Ini dirasa penting, karena partisipasi perempuan tidak hanya menjadi objek. Tetapi harus menjadi subjek. Ia juga berjanji memperjuangkan hak gender dan akan menjadikan bagian dari program kerja selama lima tahun ke depan.”Muscab Perempuan Bangsa PKB merupakan badan otonom dan mempunyai AD ART sendiri. Tugas perangkat partai mem-bantu kebijakan partai, khususnya dengan kelompok tertentu yang segmennya perempuan,” jelasnya.
Wafiroh yang juga anggota DPRD Kabupaten Magelang ini menyam-paikan, selama kepengurusannya, ia akan meningkatkan konsolidasi internal organisasi. Selain itu juga meningkatkan partisipasi perem-puan dalam bidang politik, serta meningkatkan kapasitas perem-puan dalam hal mengurangi tindak kekerasan perempuan dan anak. Konsolidasi penguatan kelem-bagaan pengurus di tingkat PAC menjadi program lima tahun ke depan.”Kami berupaya peduli dan meminimalkan kekerasan pe-rempuan dan anak di Kabupaten Magelang. Pengurus juga tidak ketinggalan akan memperjuangkan hak-hak perempuan yang masih menjadi persoalan,” urainya.
Pada acara muscab tersebut, juga dilangsungkan pemaparan “Pen-didikan Politik” yang disampai-kan Anggota DPRD Provinsi Jateng Dra Hj Ida Nur Saadah. Ketua DPW PKB Jateng Yusuf Chudlori menyampaikan, mening-katnya jumlah penduduk yang terjadi menuntut keterlibatan perempuan agar semakin aktif. Perempuan tidak hanya men-jadi objek, tetapi subjek dalam keberlangsungan kebijakan partai. Ia berpesan agar pengurus fokus bekerja dan aktif di kepengurusan organisasi. (ady/hes/ong)