HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
HIBURAN GRATIS: Para calon penumpang seraya menunggu kereta api datang, tampak menyaksikan konser mini ST 12 di Stasiun Tugu Jogja, kemarin (29/12)

Merasa Senasib, Manggung dari Stasiun Gambir hingga Solo

Berbagai macam bentuk sosilasasi, terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada masyarakat. Salah satunya dengan mengajak band, ST 12 untuk manggung sekaligus mengajak masyarakat lebih mencintai kereta
Heru Pratomo, Jogja
RATUSAN penumpang kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Tugu Jogja, Selasa sore (29/12), menda-pat sajian hiburan istimewa. Sambil menunggu kereta berangkat, calon penumpang dihibur dengan penam-pilan band, ST 12.Membawakan enam lagu, band yang digawangi Pepep, Dimas dan Indra tersebut, menghibur para calon pe-numpang, sekaligus mengajak untuk lebih mencintai kereta. Pentolan band ST 12, sang drumer Pepep, mengisah-kan pengalamanya naik kereta dulu dan saat ini. “Sekarang ini stasiun nyaman, naik kereta pasti dapat kur-si dan tidak ada calo. Kereta sudah berubah signifikan,” ujarnya.
Pengalaman band asal Bandung yang juga menjadi duta kereta api tersebut melakukan perjalanan sejak Minggu (28/12) dari Stasiun Gambir ke Cirebon, Jogja dan berakhir di Solo. Dalam mini konser Train to Java tersebut, band yang dulu vokalisnya Charlie tersebut sekaligus ingin berbagi pengalaman menggunakan kereta api. “Kami tidak hanya omong, tapi merasakan langsung dengan naik kereta,” terang Pepep.
Executive Vice President PT KAI Daerah Operasional (Daops) 6 Jogja Hendy Helmy mengatakan, mini kon-ser ST 12 Train to Java ini merupakan program sosialisasi PT KAI tentang program-programnya. Termasuk him-baun ke masyarakat untuk mencintai kereta api. “Seperti imbauan jangan melempar batu atau pembelian tiket. Intinya kami ingin sosialisasi dengan cara yang beda,” jelasnya.Nantinya rekaman video, mini kon-ser ST 12 di stasiun-stasiun yang di-lewati tersebut juga akan ditanyang-kan dalam televisi KAI maupun tele-visi nasional. Ketika ditanya alasan memilih ST 12, Hendy menjawab, kebetulan ST 12 juga merupakan duta kereta api. Terlebih nama ST 12, jelas Hendy, juga diambil dari sing-katan Stasiun Timur nomor 12 di Bandung, yang merupakan rumah dinas kereta api.Selain itu, kisah ST 12 juga hampir sama dengan kereta api. Perjuangan ST 12 yang terus bangkit setelah keter-purukan, dianggap sama dengan ke-reta api.
Kereta api, lanjut Hendy, dulu pernah berjaya, tapi juga sempat ambruk dan kini mencoba kembali berjaya. Dari tidak dipercaya masyarakat dan kini kembali mendapat simpati masya-rakat. “Kita tahu perjalanan ST 12, ber-diri, jatuh, bangkit lagi. Semangat itu sama dengan KAI,” ungkapnya.Hendy sepertinya tahu betul tentang perjalanan karir ST 12. Hal itu tidak berlebihan, karena ternyata Hendy merupakan kakak kandung dari Pepep, drumer ST 12. “Ya dia itu adik bungsu, saya yang paling tua dari empat ber-saudara,” ungkapnya. (jko/ong)