BANTUL – Daftar partai politik (parpol) yang digoyang konflik internal pascapemilihan kepala daerah (pilkada) bertambah. Setelah PDIP, kini giliran Partai Gerindra. Kendati pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim) memenangkan pilkada, sejumlah pengurus PAC menuding ada pengkhianatan di tubuh Partai Gerindra. “Ada dugaan, ketua DPC dan sebagian pengurus DPC Partai Gerindra melakukan konspirasi dengan pasangan Ida-Munir,” terang pengurus PAC Partai Gerindra Sedayu Suhardi, kemarin (29/12).
Sinyalemen konspirasi ini mengemuka karena ada sejumlah fakta saat masa kampanye. Suhardi men-contohkan, DPC Partai Gerindra tidak pernah melakukan koordinasi dan konsolidasi internal untuk pemenangan pasangan Suharsono-Halim. Bahkan, saat malam pen-coblosan 9 Desember lalu tidak ada aktifitas apapun di Kantor DPC Partai Gerindra. “Sebagai partai pe-ngusung seharusnya DPC mempersiapkan berbagai keperluan pemenangan,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Suhardi, DPC Partai Gerindra sama halnya dengan mengkhianati surat mandat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merekomendasikan pasangan Suharsono-Halim.Atas dasar itu pula, sejumlah pengurus PAC mengaju-kan mosi tidak percaya atas kepengurusan DPC Partai Gerindra Bantul. Ada lima PAC yang mendesak ketua DPC segera mengundurkan diri. “Kami juga men-dorong DPD Partai Gerindra menjatuhkan sanksi tegas dan membentuk kepengurusan baru,” tambah peng-urus PAC Partai Gerindra Banguntapan Toro.
Ketua DPC Partai Gerindra Bantul Nur Subiyantoro menilai, gejolak yang mendera internal Partai Gerindra hanya sebagai dinamika biasa. Persoalan pilkada yang masih dikemukakan sejumlah pengurus PAC terjadi hanya karena miskomunikasi.Menurutnya, beberapa waktu lalu DPC menggelar rapat koordinasi dengan pengurus PAC se-Bantul. Dalam forum itu, bekas lurah Pleret ini menyampai-kan berbagai problem politik yang dihadapi Partai Gerindra. “Dan mereka memahaminya,” tandasnya.Apa persoalan itu, Nur enggan membeberkannya. “Ini hanya untuk konsumsi internal kita saja,” tegasnya. (zam/din/ong)