FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
NYICIL AYEM: Para atlet dan pelatih harus menandatangani kuitansi untuk pencairan bonus bagi yang berprestasi pada Porwil Dulongmas 2015. Penyerahan bonus dilakukan di Lapangan Kantor Disporabudpar Kota Magelang, kemarin (29/12). Ada yang mengganjal pada kuitansi tersebut, karena para penerima bonus dipotong enam persen.
MAGELANG – Ketua Perkemi (Per-saudaraan Shorinji Kempo Indonesia) Kota Magelang Adi Prayitno meng-ungkapkan, ada proses yang salah da-lam tahapan pencairan bonus ini. Para atlet diminta tanda tangan pada kuitansi yang dikeluarkan bank, di mana sudah dipotong pajak enam persen. Padahal, uang belum diterima atlet.”Kalau kami tidak mau terima bonus, karena dipotong pajak yang aturannya tidak jelas harus bagaimana. Kami sekarang sudah tidak mau menanda-tangani kuitansi yang dikeluarkan bank. Karena belum jelas potongan pajaknya,” ungkap pria yang akrab di-sapa Gendut ini, kemarin (29/12).Gendut mengaku “ditipu” KONI Kota Magelang.
Alasannya, apa yang dibe-rikan tidak sesuai dengan janji yang telah diucapkan.”Saat pelepasan atlet, jelas-jelas Ketua KONI mengatakan, bonus tidak ada potongan sama sekali. Lha ini kok ada, meski namanya pajak,” keluhnya.Ia berharap, sebagai seorang peng-usaha yang sukses, Ketua KONI Kota Magelang mau “nomboki” pajak yang dipotong oleh pihak bank, agar atlet maupun pelatih penerima bonus bisa menerima utuh.”Dulu saat porprov, bonus diterima utuh. Tanpa potongan pajak. Bonusnya lebih besar, karena event-nya juga besar. Lha sekarang bonusnya sedikit, malah dipotong pajak. Mbok Pak Ketua KONI bisa nomboki pajak. Karena salah satu alasan beliau ditunjuk sebagai Ketua KONI, beliau pengusaha sukses,” paparnya.
Penerimaan bonus kemarin dilakukan usai upacara. Para atlet maupun pelatih menemui petugas dari Bank BPD Jateng untuk menerima buku rekening. Dalam buku rekening tersebut, bonus tidak diterima utuh, melainkan sudah dipo-tong enam persen.”Saya mendapat Rp 5 Juta. Tetapi yang diterima tidak utuh. Sudah dipotong bank. Cuma ada Rp 4,7 juta. Ini mau saya serahkan ke orang tua untuk bia-ya sekolah,” ungkap Rodita Anggraeni, peraih perak dalam cabang olahraga Wushu. (dem/hes/ong)