DUA HARI jelang pergantian tahun, Pemkot Magelang mencairkan bonus atau tali asih bagi atlet berprestasi Porwil Dulongmas 2015 yang digelar Agustus lalu. Pencairan ini membuat lega. Memang, ada 10 atlet yang masih tertunda pencairannya, karena alasan administrasi.Pembagian secara simbolis dila-kukan Pj Wali Kota Magelang Rudy Apriyantono di Lapangan Kantor Disporabudpar Kota Magelang, kemarin (29/12).Hadir dalam upacara, Ketua DPRD Kota Magelang Endi Darmawan dan tiga anggota DRPD beserta jajaran KONI Kota Magelang yang dipimpin Slamet Santoso.”Total bonus Rp 1,843 miliar dengan 208 penerima atlet dan pelatih. Meski sudah cair, kami akui masih ada 10 atlet yang tertunda pencairannya. Kami komitmen tetap memberikan. Missal, dengan mencari dana dari seksi usaha,” ungkap Slamet Santoso.
Bos Toko Emas Mustika Gold Mage-lang (MGM) ini mengakui, pencairan bonus ini berlarut-larut. Karena ada lonjakan perolehan medali dari jumlah yang ditargetkan. Kota Mage-lang meraih 74 emas, 76 perak, dan 92 perunggu dari target 40 emas, 20 perak, dan 20 perunggu. “Akhirnya kami harus mengajukan tambahan bonus pada anggaran perubahan dengan perjalanan pan-jang dan melelahkan. Tapi, bersyukur sekarang sudah terealisasi,” katanya.Atlet peraih emas mendapat bonus Rp 10 juta. Sementara peraih perak Rp 5 juta dan perunggu Rp 3 juta. Bagi pelatih yang atletnya meraih emas mendapat Rp 3 juta, perak di-beri Rp 2 juta, dan perunggu Rp 1 juta. “Jumlah itu belum dipotong pajak 6 persen,” katanya.
Pj Wali Kota Magelang Rudy Apri-yantono mengapresiasi prestasi yang ditorehkan para atlet dan pelatih. Termasuk mengapresiasi KONI yang dinilai sukses menggelar Porwil Dulongmas ke-3.”Bonus ini wujud apresiasi dan kecintaan kami pada prestasi olah-raga. Jadikan tali asih ini motivasi untuk meningkatkan prestasi ke depannya. Kebetulan, hari ini, Pemkot Magelang mendapatkan penghar-gaan KONI Award 2015 dari pemprov dalam hal pembinaan atlet,” kata Rudy.Terkait tertundanya bonus bagi 10 atlet, Rudy meneruskan, ada dua alter-natif skenario yang bisa dilakukan agar bonus tetap diberikan. “Pertama, memindahkan KTP atlet bersangkutan ke KTP kota atau kami mencari dana corporate social res-ponsibility (CSR) untuk membiayai bonus,” paparnya. (dem/hes/ong)