TATANG GURITNO/EKSPRESI
SMAN 8 JOGJA: Pengunjung melakukan selfie di depan salah satu karya dalam Delart 2015 di JNM, kemarin
BERTEMPAT di Jogja National Museum (JNM), Sabtu-Selasa (26-19/12) digelar lukisan karya pelajar SMAN 8 Jogja atau Delayota. Sekitar 300 lukisan, patung dan etalase dipajang di acara bertajuk Delayota Art (Delart) tersebut.”Membentuk manusia yang etis dan estetis dengan media seni rupa,” kata Suhardi, guru seni budaya De-layota. Pameran seni rupa tersebut masih eksis hingga tahun kesepuluh.Karya seni tersebut dibuat pelajar kelas X dan XII. Sedangkan kelas XI menjadi panitia. “Guru, alumni dan seniman Jogjakarta ikut parti-sipasi pada pameran ini,” ungkap ketua Delart, Achmad Ramadhandy atau Dhandy.Pameran tersebut mengangkat tema Esksistensi Teknologi dalam Peradaban. Sedangkan judul yang dipilih Technozoikum.Menurut Dhandy, pameran ini menyuguhkan perkembangan teknologi.
“Menyuguhkan pula dampak teknologi pada manusia. Banyak karya berisi imbauan mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan,” terangnya.Suhardi, pencetus Delart, menye-butkan bahwa kunci utama konsis-tensi pameran seni rupa pelajar adalah apresiasi terhadap buah karya siswa. Tidak semua karya di-tampilkan. Ada seleksi. Harus selek-tif tapi juga normatif. “Setiap siswa harus memberikan satu karya untuk dipamerkan. Baik atau buruk sebuah karya itu ter-gantung persepsi, yang penting ada kemauan,” kata Suhardi. Delart juga diisi dengan lomba tari, music akustik dan mewarnai. (ata/iwa/ong)