SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
PALSU: Petugas menunjukkan STNK palsu dan pelaku pemalsuan yang berhasil dibekuk di Mapolda DIJ, Senin (28/12).
SLEMAN – Masyarakat perlu waspada saat akan membeli kendaraan, baik roda dua mau-pun roda empat. Pasalnya, sin-dikat pemalsu surat-surat ken-daraan bermotor sudah cukup canggih. Salah-salah, pembeli bisa mendapatkan kendaraan dengan surat-surat palsu yang sangat mirip aslinya.Seperti yang baru-baru ini di-ungkap jajaran Ditreskrimum Polda DIJ. Polisi menangkap tersangka ZY, 31, warga Trihanggo, Gamping, Sleman
Tersangka diketahui memalsu-kan surat-surat kendaraan pikap T 120 SS warna hitam berpelat B 9925 TAQ.Direskrimum Polda DIJ Kom-bes Pol Hudit Wahyudi menje-laskan, terungkapnya kasus ini berawal dari pelapor Marso, 23, anggota polisi asal Maguwo-harjo yang mendapat informa-si bahwa tersangka memiliki kendaraan dengan surat-surat palsu.Setelah dicek, ternyata pelat B 9925 TAQ telah digunakann untuk kendaraan Suzuki ST 150. Untuk pemeriksaan, petugas lalu me-nangkap tersangka guna pe-ngusutan lebih lanjut. “Dari hasil pengecekan di Labfor Semarang dinyatakan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dibawa pelaku adalah palsu,” jelasnya di Mapolda DIJ, Senin (28/12).
Dari pengakuannya, tersangka memesan empat buah STNK dengan masing-masing mem-bayar Rp 2 juta kepada seseorang di Jakarta. Tapi belum sempat ada yang dijual. Dalam mengembangkan kasus tersebut, petugas bekerja sama dengan Samsat Polda Metro Jaya. Sebab, polisi masih memburu tersang-ka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pembuat STNK palsu. “Ada dua DPO yang masih kita kejar, salah satunya pelaku pembuat STNK palsu di Jakarta,” terangnya.
Dari tersangka, petugas me-nyita barang bukti STNK asli dengan nomor polisi G 1865 ZC, STNK palsu dengan pelat B 9925 TAQ, dan satu unit kendaraan pikap T 120 SS. Terhadap ter-sangka dikenakan perbuatan pidana pemalsuan surat atau pertolongan jahat Pasal 263 KUHP jo Pasal 55, 56 KUHP jo Pasal 480. “Dengan ancaman maksimal enam tahun penjara,” tandasnya. (riz/ila/ong)