SLEMAN – Pengadilan Negeri (PN) Sleman meng-gelar sidang pencurian sepeda motor dengan ter-dakwa dua mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di DIJ, Senin (28/12) kemarin. Dua tersang-ka tersebut, yakni Irvan Abdul Wahid dan Leo Patra. Keduanya mengaku kepepet mencuri motor milik korban Dika Asmarawati pada April 2015 lalu di belakang Amikom, lantaran belum membayar uang kos selama tiga bulan.”Karena kepepet belum bayar kos tiga bulan, dan uang keperluan lainnya. Saya menyesal sudah mela-kukannya,” ujar Irvan di depan hakim Ninik Hendras dan jaksa Hendri Sulistiawan.
Terdakwa juga mengaku uang kiriman orang tua-nya seharusnya untuk membayar kos, diperguna-kannya untuk kebutuhan pribadi. Rencananya, motor matic curiannya setelah dijual, uangnya akan dibagi dua yang kemudian akan digunakan untuk membayar kos. Niat mencuri motor itu terbersit begitu saja saat lewat di depan rumah korban.Jaksa tidak percaya begitu saja dengan keterangan terdakwa. Sebab dalam BAP terdakwa mengaku men-curi motor dengan kunci T yang dibawa di tasnya. “Itu punya Leo, saya tidak tahu dan tidak ada niat. Tidak tahu sekarang Leo ke mana perginya,” jawab Irvan.
Sebelumnya, dalam surat dakwaan, diketahui bahwa keduanya mencuri motor milik korban yang diparkir di teras rumah menggunakan kunci T. Setelah ber-hasil mencuri motor, keduanya membawa motor tersebut ke kos Irvan dan berniat ingin menjualnya.Namun, karena tidak laku-laku, motor kemudian dipakai sendiri oleh Irvan dengan mengganti pelat nomor. Sialnya, saat sedang dipakai, polisi yang melakukan razia menemukan kecocokan rangka mesin motor korban, dan langsung meringkus Irvan yang didakwa melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHP. (riz/jko/ong)