PRINGSEWU FOR RADAR JOGJA
SYUKURAN: Direktur Utama PT Pringsewu Cemerlang Bambang Riyadi (kiri) dan Penanggungjawab Pengembangan Franchise Heri Khusnawan saat potong tumpeng launching franchise Pringsewu dan Mie Pasar Baru.
pringsewu-logo
SLEMAN – Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), PT Pringsewu Cemerlang meluncurkan franchise Pringsewu dan franchise Mie Pasar Baru. Syukuran dilakukan Sabtu (26/12) ber-tempat di Pringsewu Jogja.Peluncuran franchise Pringsewu dan franchise Mie Pasar Baru dilakukan oleh Direktur Utama PT. Pringsewu Cemerlang. Mendampingi dalam kesempatan itu Heri Khusnawan selaku Penanggungjawab Pengem-bangan Franchise. Bersama Agung Kurnia Setiawan selaku Manajer Pringsewu Jogja dan Manajer Mie Pasar Baru Jogja Etika Puri Arifianto.
Direktur Utama PT Pringsewu Cemerlang Bambang Riyadi menjelaskan, franchise Pringsewu dan Mie Pasar Baru diluncurkan di penghujung tahun 2015 bukan tanpa alasan. Bertepatan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), momen ini merupakan tantangan sekaligus peluang Pringsewu untuk ikut masuk di pasar bebas ASEAN. Tahun 2016 merupa-kan kebangkitan dari jaringan resto Pringsewu Grup. Jalur franchise atau waralaba dipilih karena model ini merupakan cara terbaik memperkenalkan dan sekaligus mengembangkan peluang usaha Pringsewu dan Mie Pasar Baru. “Lewat franchise mitra pecinta kuliner dan sekaligus pemilik modal di Indonesia maupun di mana saja dapat mengembangkan kemitraan bersama Pringsewu Grup,” ujar Bambang.
Jaringan resto Pringsewu Grup telah menyapa pecinta kuliner di Indonesia sejak tahun 1987. Berawal dari Purwokerto restoran Pringgading berdiri menjadi awal kiprah Pringsewu di industri kuliner Indonesia. Hingga saat ini lebih dari 27 tahun kemudian telah berkembang menjadi 18 cabang tersebar di 11 kota besar di Pulau Jawa.Bisnis franchise yang berhasil adalah bisnis yang memberikan keuntungan yang menarik, usaha yang mudah diajarkan, dan franchisee memiliki kemauan untuk berwirausaha. “Berbeda dengan sistem pengembangan saat ini yang bersifat kemitraan, di mana pemodal hanya bersifat sleeping partner atau manajemen dikelola oleh manajemen Pringsewu,” terangnya.
Melalui bisnis bersama Pringsewu dan Mie Pasar Baru, franchise akan belajar berwirausaha kuliner ber-sama master-master dibidang produksi, marketing, pelayanan, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM).Berbagai langkah yang telah disiapkan oleh tim franchise adalah paten merek Pringsewu dan Mie Pasar Baru. Sertifikasi halal untuk produk Pringsewu dan Mie Pasar Baru, juga menyiapkan pusat produksi bumbu dan bahan setengah jadi untuk menu-menu unggulan, sehingga kualitas tetap terjaga.Franchise Pringsewu ditawarkan dengan franchise fee Rp 250 juta dengan investasi untuk pengembangan berkisar Rp 1,25 miliar sampai Rp 1,75 miliar diluar tanah dan bangunan. Royalti fee 5% dan marketing fee 1%.
Periode pengembalian modal berkisar dari 24 sampai 30 bulanFranchise Mie Pasar Baru ditawarkan dengan fran-chise fee Rp 150 juta dengan investasi untuk pengem-bangan berkisar Rp 500 juta diluar tanah dan bangunan. Royalti fee 5% dan marketing fee 1%. Periode pengem-balian modal berkisar 15 hingga 23 bulan.Pringsewu Grup yang bernaung dalam PT Pringsewu Cemerlang saat ini mengelola tiga merek yaitu Pringsewu, Mie Pasar Baru, dan Kabayan. Merek Pringsewu meng-hadirkan cita rasa menu-menu khas nusantara dan Chinese food yang telah dipadukan dengan lidah Indonesia. Merek Mie Pasar Baru tanpa pengawet borax dan formalin. Sedangkan Kabayan hadir dalam cita rasa menu Sunda yang nikmat. (*/ila/ong)