GUNUNGKIDUL – Minat insvestor untuk menanamkan usahanya ke Gunungkidul ter-identifikasi mengalami kenaikan cukup signifikan. Pergeseran angka tersebut menggembirakan karena trennya selalu meningkat setiap tahun.Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Azis Saleh mengatakan, dari jumlah minat yang teridentifikasi men-dekati Rp 1 triliun itu, merupa-kan minat yang tergolong serius. “Jelang tutup tahun mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 737, 5 miliar,” kata Azis ke-marin (28/12).
Dari nilai minat investasi yang serius sebesar Rp 737, 5 miliar itu, sektor prioritas yang menjadi kontributor utama ada empat sektor. Mulai sektor industri pe-rumahan, sektor pariwisata, sek-tor jasa, dan industri kecil UMKM.”Sektor industri perumahan ada 10 pengembang, sektor pa-riwisata berupa pendirian hotel, resort, penginapan, dan rumah makan. Kemudian ditambah lagi sektor perdagangan dengan adanya minimarket dan super-market,” ucap mantan Humas Pemkab Gunungkidul ini.
Azis menjelaskan, kebanyakan investor berasal dari dalam ne-geri, di antaranya bergerak dalam bidang jasa dan sektor lain. Namun juga ada dari penanam modal asing (PMA) bergerak dalam bidang industri dan pa-riwisata. “Kami bersyukur minat investasi tahun ini ada kenaikan. Tahun lalu terealisasi Rp 441, 8 miliar,” terangnya.Menurut dia, iklim positif in-vestasi di Gunungkidul dipicu sejumlah factor, salah satunya tingkat keamanan wilayah dan kemudahan dalam berinvestasi itu sendiri. Karena itu dia optimistis tahun depan target realisasi investasi sebesar Rp 800 miliar dapat terlaksana sesuai rencana.”Mereka sadar bahwa dalam berinvestasi ke Gunungkidul, mereka harus bersaing dan ber-lomba dengan investor-investor lainnya yang tertarik untuk mena-namkan modalnya ke Gunung-kidul,” ungkapnya.
Azis menjelaskan pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan seluruh stake-holder dan bersama-sama menga-wal minat investasi yang telah disampaikan oleh investor. “Ka-mi optimistis atas dukungan semua pihak untuk bisa menca-pai target tersebut. Tentu saja juga dukungan kebijakan serta regulasi yang berpihak pada in-vestasi,” ucapnya. Sementara itu Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengapre-siasi iklim positif investasi tersebut. Namun demikian dia mengingat-kan agar pemerintah kabupaten memilih dan memilah investor. “Karena tidak semua investor mampu mengembangkan usaha,” kata politisi PDIP ini. (gun/laz/ong)