JOGJA – Sebanyak 864 pejabat struktural di lingkungan Pemprov DIJ yang sedianya akan dilantik Senin pagi (28/12) gagal. Pasalnya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X tidak hadir karena sedang tidak enak badan. Pelan-tikan ditunda hingga waktu yang belum diten-tukan, tapi dipastikan sebelum 1 Januari 2016.Padahal sejak pagi hari para pejabat yang dilantik sesuai amanat Perdais tentang Kelembagaan tersebut sudah berdatangan ke Bangsal Kepatihan, tempat pelaksanaan pelatikan
Pejabat yang akan dilantik, baik laki-laki maupun perempuan, menggunakan busana perana-kan. Tapi mendadak, sekitar pukul 07.00 WIB, Sekprov DIJ mendapat telepon dari HB X yang mengabarkan tidak bisa hadir karena tidak enak badan.”Beliau (HB X) ingin sekali melantik sendiri dan tidak mau diwakilkan,” ujar Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokoler (UHP) Setprov DIJ Iswanto. Menurut Iswanto, pemberita-huan dari sekprov sekitar pukul 07.15 WIB, sehingga tidak sem-pat memberitahu para pejabat yang akan dilantik. “Ya ada pe-rasaan tidak enak juga, apalagi mereka mengenakan busana Jawa lengkap, ibu-ibunya sejak pagi mungkin sudah dandan di salon,” lanjutnya.
Iswanto memastikan pelan-tikan pejabat eselon II, III, IV, dan V tersebut tetap akan dilak-sanakan minggu ini. Sebelum 1 Januari 2016 nanti. Hal itu sesuai amanat Perdais tentang Kelembagaan, yaitu pemben-tukan Asekprov IV bidang Keistimewaan, pembentukan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Juga Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Satpol PP yang mulai berlaku 1 Januari 2016. “Nanti para pejabat yang di-lantik ini akan diberitahu lebih lanjut, yang pasti sebelum tahun baru,” tandasnya.
Terpisah, Asekprov Bidang Administrasi Umum GBPH Yud-haningrat mengatakan, pelan-tikan akan dilaksanakan sebelum libur akhir tahun. Meskipun begitu, Gusti Yudha, sapaannya, mengaku tidak tahu tentang alasan penundaan, yang disebut karena HB X sedang tidak enak badan. “Ra ngerti, sudah lama tidak ke keraton, ra ngerti tenan,” ujarnya.
Gusti Yudha juga menyayang-kan penundaan pelantikan ter-sebut, yang disebutnya justru menghamburkan anggaran untuk konsumsi. Terlebih para pejabat yang dilantik juga di-minta mengenakan busana pe-ranakan. “Harusnya kan yang (eselon) III, IV, dan V bisa di-lantik sekprov dulu atas nama gubernur,” tuturnya.
Adik tiri HB X tersebut juga mengaku tidak tahu tentang per-geseran siapa yang akan menduduki kursi eselon II. Sebab, pe-nempatan pejabat tidak melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). “Ya harusnya semua lewat Baperjakat, tapi tidak tahu untuk yang eselon II, langsung Ngarsa Dalem dan pak sekprov,” terang-nya. (pra/ila/ong)