KULONPROGO – Dinas Pendidi-kan Kabupaten Kulonprogo optimis-tis penyelenggaraan Ujian Nasio-nal Berbasis Komputer (UNBK) 2016 akan jauh lebih baik di banding ta hun sebelumnya. Terlebih jum-lah sekolah yang menyatakan siap me nyelenggarakan UNBK di kabu-paten ini semakin banyak.”Sedikitnya 26 sekolah di Kulon-progo dinyatakan siap menjadi pe nyelenggara UNBK 2016. Jum-lah ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2015 yang hanya satu seko-lah (SMKN 1 Pengasih),” ungkap Ke pa la Dinas Pendidikan (Dindik) Kulon progo Sumarsana, kemarin (28/12).Sumarsana menjelaskan, selain SMKN 1 Pengasih, sebanyak 17 SMK lain di Kulonprogo siap menye-leng garakan UNBK, termasuk enam SMA/MA, dan dua SMP lain nya. Kesiapan meliputi faktor personel dan fasilitas, termasuk sudah mengikuti verifikasi.
Dari 26 sekolah yang siap meng-gelar UNBK, 11 di antaranya ada-lah SMK Swasta. SMK Swasta di Kulonprogo cukup mendominasi untuk penyelenggara UNBK jenjang SMK. Sementara SMK secara keseluru-han memang lebih siap, karena fasilitas komputer di SMK lebih banyak, khususnya sekolah yang memiliki jurusan teknik komputer dan jaringan.Di sisi lain, jumlah peserta UN di sekolah SMK cenderung lebih sedikit, sementara syarat keterse-diaan komputer yakni minimal mencapai sepertiga dari total pe-serta UN jadi lebih mudah ter-penuhi. “Kalau SMK negeri siswanya banyak, maka komputer tidak cukup. Apalagi SMA jumlah sis-wanya jauh lebih banyak lagi, sementara ketersediaan kompu-ternya minim, sehingga banyak yang belum berani ikut UNBK,” jelas Sumarsana.
Ia berharap, jumlah penyeleng-gara UNBK di Kulonprogo bisa terus bertambah setiap tahunnya. Mengingat UNBK terbukti lebih efektif dibandingkan sistem reguler paper based test (PBT). Ha-sil eva-luasi UNBK pertama di SMKN 1 Pengasih juga menegaskan, pe-serta ujian cenderung lebih mam-pu berkonsentrasi mengerjakan soal.Peserta ujian tidak perlu meny-ediakan waktu khusus untuk men-ghitamkan lingkaran di lembar jawab, dan cukup dengan menge-klik pilihan jawaban di layar kom-puter. Selain itu juga bisa mengu-lang soal jika ada yang terlewat. Mereka bisa mengetahuinya soal mana saja yang masih kosong, karena teus muncul dan tercantum di layar komputer. “UNBK juga lebih murah, ka-rena menekan biaya cetak lembar soal dan jawaban. Pengamanan distribusi soal juga tidak seketat PBT, karena soalnya bisa langsung diunduh operator sekolah. Se-moga dari tahun ke tahun jumlah sekolah yang siap menyeleng-garakan UNBK terus bertambah dan lebih baik,” harapnya.
Terpisah, Kepala SMK Ma’arif 1 Wates Rahmat Raharjo menga-takan, sekolahnya siap menyel-enggarakan UNBK tahun 2016. Terlebih sekolah swasta ini sudah memiliki 130 unit komputer yang terverifikasi. Jumlah itu juga lebih dari cukup untuk memenuhi syarat sepertiga dari total pe-serta UN.”Jumlah siswa yang akan ikut UNBK ada 345 anak. Kami bahkan sudah menggelar simulasi UNBK sebanyak dua kali. Selain melatih siswa, simulasi juga untuk uji coba kesiapan komputer dan fa-silitas jaringan pendukungnya,” ucapnya. (tom/laz/ong)