FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
HIBURAN: Dua tim sepak bola U-14 tengah bertanding dalam ASSBI Cup 2015 di Stadion dr Moch Soebroto Kota Magelang, kemarin (28/12)
MAGELANG – Ada 16 tim dari 9 daerah berbeda di Indo-nesia. Mereka bertarung sengit dalam ASSBI Cup 2015 di Sta-dion dr Moch Soebroto Kota Magelang, kemarin (28/12).Turnamen khusus pemain di bawah usia 14 tahun (U-14) ini di gagas dan digelar pertama kali oleh SSB (Sekolah Sepak Bola) Putra Magelang. Ada 16 tim yang terbagi dalam empat grup. Masing-masing grup ter-diri dari empat tim. Tim tuan rumah, Puma ASSBI Selection tergabung dalam grup A bersama Anzero Banjarnegara, RMF UNY Jogjakarta, dan GSC Semarang.
Puma diperkuat si kembar penyerang timnas U13, Bagas dan Bagus. Mereka men-jadi ujung tombak tuan rumah.Ketua Panitia ASSBI Cup 2015 Yuni Puji mengatakan, hingga hari terakhir pendaftaran masih ada tim yang ingin ikut. Namun kuota sudah terpenuhi 16 tim. Sebelumnya, sempat kehilangan dua tim yang mundur, akibat kurangnya finansial dan harus mencari penggantinya.”Bersyukur ada tim lain yang berminat ikut dan berhasil me-menuhi kuota. Mereka dari Bandung, Malang, Jogja, Sema-rang, Purwokerto, Kebumen, Banjarnegara, Temanggung, dan Kota Magelang. Sangat disayang-kan, tim dari Kabupaten Mage-lang tidak ada yang ikut. Padahal hanya tetangga sebelah,” kata Yuni ditemui di pinggir lapangan.
Ia memaparkan, antusiasme tim dari luar daerah cukup besar akan ajang turnamen seperti ini. Apalagi, saat ini tak ada liga yang digelar. Mereka haus akan ton-tonan sepak bola bergengsi dan berkualitas.”Kami prihatin atas dibekukan-nya liga. Hanya disebabkan egois-nya pemangku kepentingan di atas. Untuk mengisi kekosongan itu, kami adakan turnamen ini,” papar mantan kepala desa itu.di pertandingan pertama grup A, tim tuan rumah Puma ASSBI Selection menang atas Anzero Banjarnegara dengan skor 3-1. Dua gol disumbangkan striker kembar mereka, Bagas dan Ba-gus. Satu gol lagi dibuat Kelvin.
Sementara, tim RMF UNY Jog-jakarta harus bermain imbang 1-1 saat melawan GSC Semarang. Kedua tim bermain sama kuat dan sudah sering bertemu dalam beberapa kali turnamen.Pelatih GSC Semarang Bardi menyambut positif turnamen yang baru pertama kali diikuti-nya di Magelang. Rumput la-pangan yang berkualitas inter-nasional dan pelayanan yang baik membuatnya tertarik ikut dalam persaingan merebut ha-diah total Rp 10 juta itu.Turnamen yang bagus dan patut diadakan setiap tahun. Selain menambah jam terbang pemain, juga meningkatkan prestasi me-reka. Saya harap pemerintah ikut ambil bagian dalam meny-ukseskannya,” katanya yang da-lam turnamen kali ini tim tidak didampingi Pelatih Utama Fir-mandoyo yang juga pelatih Pra PON Jawa Tengah.(dem/hes/ong)