KRETEK – Gencarnya razia minuman keras (miras) yang digulirkan polres Bantul di penghujung tahun ternyata tidak serta-merta dapat menekan jatuhnya korban. Di wilayah Kretek, dalam tiga hari terakhir setidaknya dua nyawa melayang ka-rena minuman haram ini. “Pertama Jumat (25/12) lalu. Kedua minggu (27/12) dinihari,” terang Panit Re-skrim polsek Kretek Iptu Suparlan.
Korban pertama diketahui berprofesi se-bagai sopir bus. Saat di-temukan, sopir bus jurusan Jogja-Parangtritis tersebut tergeletak di kawasan re-lokasi baru Dusun Man-cingan XI, Parangtritis, Kretek. Ironisnya, korban kedua juga ditemukan di kawasan yang sama. Kuat dugaan mereka berdua meregang nyawa aki-bat menenggak miras oplosan karena di sekitar lokasi ditemukan bekas botol. “Mulut korban kedua bernama Sriyati ini mengeluarkan busa,” jelasnya.
Oleh petugas polsek Kretek, jasad perempuan berusia 42 tahun ini sempat dilarikan ke RSUD Pa-nembahan Senopati untuk mengetahui penyebab kematiannya.Kasat Res Narkoba Polres Bantul AKP Rudi Prabowo menegaskan, akan terus menggencarkan razia di penghujung akhir tahun untuk menekan pereda-ran miras. “Volume peredaran miras saat malam pergantian tahun baru ditengarai bakal meningkat tajam,” ujarnya
.Pekan lalu, Polres Bantul menangkap dua orang yang diduga sebagai pengoplos miras dan menyita 540 botol miras oplosan siap edar. Mereka yang ditangkap, antara lain Andi Setyo Baskoro, 26, war-ga Kepek, Timbulharjo, Sewon, dan Fisabil Welly Kochi, 18, warga Glondong, Tirtonirmolo, Kasihan.Penangkapan itu setelah petugas melakukan penggerebekan di salah satu rumah produksi miras oplosan jenis ciu di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Rabu (23/24) petang. Miras-miras oplosan tersebut, dikemas dengan botol minuman mineral ukuran 600 ml. (zam/din/ong)