KULONPROGO – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kulonprogo periode 2015 – 2020 akhirnya dijabat HM Syai-fudin SSy SThI. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Madrasah Boarding School (MBS) Al Manar Muhammadiyah, Kecamatan Galur, kemarin (27/12).Syaifudin berhasil menyisihkan 41 kandidat setelah memperoleh suara tertinggi, 127 suara, dalam Musda. Hasil itu kemudian disepakati 13 Tim Formatur.
Syaifudin kemudian ditetapkan sebagai Ketua PD Mumahammadiyah Kulon-progo menggantikan Drs H Abdul Ghofar MSi.Adapun jabatan sekretaris PD Muhammadiyah Kulonprogo dijabat Burhani Arwin. Sementara anggota PDM Kulonprogo terpilih di antaranya Dr HM Jumarin MPd, H Tohari SSy SThI MSi, Sapardiyono SHut MH, H Muh Faridh, Abdul Rohman SAg MA, Agus Sujarwo, Nur Isnandar SE, Juremi SPdI, HM Wagiran Mada BA, Alif Mulyono SPd MSi, dan Drs H Rinto Subronto.Abdul Ghofar mengatakan, ada beberapa per-masalahan yang dihadapi PDM Kulonprogo periode 2010-2015.
Semuanya masih berupa permasalahan atau hambatan klasik, di antaranya kebanyakan pimpinan yang ada berstatus pega-wai negeri sipil (PNS), sehingga waktu untuk Muhammadiyah seakan-akan tinggal sisanya.”Selain itu, sebagian pimpinan yang relatif sepuh tentu banyak terganggu kondisi keseha-tannya. Hal ini juga menunjukkan kurangnya kaderisasi di kalangan Muhammadiyah,” katanya.
Sekretaris PD Muhammadiha Kulonprogo Terpilih Burhani Arwin menanggapi, untuk menjawab kekhawatiran itu dalam kepengu-rusan PDM 2015-2020 akan dibuat kombinasi antara generasi tua dan muda.”Semoga ini bisa menjawab hambatan dari kepengurusan lalu. Kepengurusan yang baru nantinya juga akan melakukan kontrak komit-men bersama, yakni meluangkan waktu di PDM apa pun risikonya,” tegas Burhani.
Menurutnya, kini tantangan bukan semakin ringan tetapi justru semakin besar. Hal itu juga menuntut banyak gagasan pembaharuan so-sial. Dengan kondisi ini, PD Muhammadiyah Kulonprogo yang baru akan coba mengurai beragam persoalan. “Termasuk isu strategis yang meliputi isu keagamaan dan keumatan, politik, kebijakan publik, serta isu lingkungan dan ke-tahanan masyarakat,” ujarnya. (tom/laz/ong)