HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
INDAHNYA LAGUNA: Wisatawan sedang menikmati keindangan laguna Pantai Glagah. Ombak di pantai ini cukup berbahaya, termasuk di muara Sungai Serang, sehingga wisatawan harus hati-hati, terutama saat mandi.
KULONPROGO – Kecalakaan laut kembali terjadi di Pantai Gla-gah, Kecamatan Temon, Kulon-progo, tepatnya di muara Sungai Serang, kemarin (27/12). Beruntung korban Fajar, 22, warga Kulon-progo yang sempat dikabarkan tenggelam, berhasil diselamatkan nelayan dan Tim SAR Wilayah V Kulonprogo.
Komandan SAR Wilayah V Ku-lonprogo Samsudin mengungkap-kan, kejadian bermula ketika kor-ban datang bersama lima teman-nya untuk berwisata di Pantai Glagah. Berlima kemudian turun ke muara sisi timur mencari kerang sambil mandi.”Tiba-tiba korban terperosok ke tempat yang dalam, bekas penge-rukan alur sungai dan tenggelam. Teman-teman korban berteriak meminta pertolongan,” ungkapnya.
Saat kejadian arus sungai cukup deras, Tim SAR yang kebetulan tengah berjaga selama musim liburan di sekitar lokasi kejadian langsung terjun melakukan pencarian. Di-bantu nelayan, proses pencarian korban membuahkan hasil.”Korban berhasil ditemukan dan diangkat ke daratan dalam kon-disi pingsan. Korban sudah ba-nyak meminum air.
Setelah air berhasil keluar dari mulut korban, akhirnya sadar,” terangnya.Kondisi korban terus membaik, sehingga diputuskan untuk tidak dilarikan ke rumah sakit. Korban langsung diantar pulang oleh teman-temannya dengan diboncengkan motor. Insiden ini sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mandi di pantai, teru-tama di area-area berbahaya.
Terpisah, Kapolres Kulonprogo AKBP Yulianto menegaskan, peng-amanan di tempat wisata juga men-jadi salah satu fokus kegiatan Operasi Lilin Progo 2015. Tempat wisata terutama Pantai Glagah, dinilai sebagai daerah rawan karena be-berapa kali ada korban tenggelam.”Kami sudah membangun pos di Pantai Glagah dan menerjunkan sejumlah personel untuk berjaga di sana. Jangan mandi di pantai, ber-bahaya,” tegasnya. (tom/laz/ong)