GUNAWAN/RADAR JOGJA
BUTUH DUKUNGAN: Wakil Bupati Gunungkidul terpilih Immawan Wahyudi berdiskusi alam acara ulang tahun PKBI di Alun-Alun Wonosari, kemarin (27/12)

Kasus Persalinan Remaja, Bayi Kurus hingga AKI Tinggi

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIJ mendesak Pemkab Gunungkidul untuk membentuk peraturan bupati tentang kesehatan reproduksi (kespro) di sekolah. Pasalnya, dalam beberapa tahun terahir ditemukan sejumlah fakta menyedihkan menimpa kaum perempuan
GUNAWAN, Gunungkidul
TIM Adhock Penguatan Komu-nitas Desa PKBI DIJ Rini Handa mengatakan, hingga sekarang per-masalahan menyangkut perem-puan masih tinggi. Ke depan di-harapkan bisa ditekan dengan pendidikan reproduksi.”Data terbaru, ada empat fakta memprihatikan dialami perem-puan,” kata Rini Handa usai meng-hadiri acara hari ulang tahun PKBI Nasional ke-58 di Alun-Alun Wonosari, kemarin (27/12).
Faktanya, lanjut Rini, pendidikan reproduksi komperhensif ke depan harus dilakukan, karena belum ada pijakan atau payung hukum menyangkut informasi pendidikan kespro di sekolah. Nyatanya, de-wasa ini sejumlah persoalan pe-rempuan seperti kehamilan tidak diinginkan masih ada. “Itu hanya salah satu contoh kasus,” ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, wilayah terluas se-Provinsi DIJ itu dihinggapi sejumlah masalah perempuan. Berdasarkan data, persoalan persalinan remaja mencapai sebanyak 280 kasus. Ke-mudian kasus berat badan bayi di bawah normal ada 432 kasus. “Lalu angka kematian bayi sebanyak 43 kasus dan kematian ibu melahirkan (AKI)tujuh kasus,” bebernya.
Menurut Rini, temuan fakta ini menjadi PR bersama. Menurunkan setiap kasus harus ada kerja sama lintas sektor baik pendidikan, kese-hatan, agama, pemberdayaa pe-rempuan dan seluruh lapisan masyarakat. “Pendidikan kespro bukan hanya untuk remaja saja, tapi ada edukasi untuk orang tua,” terangnya.
Karenannya, dia kembali men-desak kepada pemerintah untuk membentuk Surat Keputusan (SK) atau perbup (peraturan bupati) yang mengatur tentang pendidikan kespro komperhensif. Selain itu juga memasukkan pendidikan kespro ke kurikulum sekolah.”Sebenarnya di DIJ sudah ada Pergub tentang kespro. Nah, kami berharap nanti bisa diturunkan ke kabupaten dan kota,” pintanya.
Sementara itu, pantauanRadar Jogja, wakil bupati terpilih periode 2015-2021 Immawan Wahyudi ha-dir dalam rangkaian peringatan HUT PKBI. Dia datang mewakili individu dan mendapat undangan resmi.”Pada prinsipnya, kami mendu-kung setiap kegiatan positif. Apre-siasi setinggi-tingginya saya sam-paikan kepada PKBI atas kerja keras selama ini dalam memper-juangkan hak perempuan,” ucap pendamping bupati terpilih Badingah ini.(laz/ong)