HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SITUASIONAL: Aparat kepolisian terpaksa memasang “garis polisi” agar para penolak bandara tidak masuk area saat dilakukan pengukuran oleh tim dari BPN Kulonprogo. Polisi punya banyak model pengamanan.
KULONPROGO – Polres Kulonprogo siap memberikan pengamanan proses pengadaan lahan bandara interna-sional di Kecamatan Temon, Kulon-progo. Pengamanan akan diberikan kapan saja sewaktu-waktu dibutuhkan. Kendati demikian, pengamanan tetap akan diberikan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Kulonprogo AKBP Yulianto meninda-klanjuti keluhan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo terkait pengamanan pengukuran lahan ban-dara yang dinilai kurang.”Kemarin memang sempat ada in-siden di mana kinerja dari BPN sedi-kit terganggu oleh masyarakat peno-lak bandara. Ini adalah dinamika di lapangan. Atas insiden itu Polres Ku-lonprogo telah melakukan evaluasi,” terang AKBP Yulianto (25/12).
Berdasarkan hasil evaluasi, akan dilakukan perbaikan sistem penga-manan bila mana masih dibutuhkan oleh BPN dalam pengukuran lahan. “Namun BPN terakhir telah menya-takan pengukuran sudah cukup,” imbuhnya.
Dijelaskan, saat tim BPN dan pemi-lik lahan mendapat gangguan dari warga penolak bandara, pihaknya sejauh itu juga sudah menerapkan sistem pengamanan, termasuk model ring 100-200 meter sesuai yang diingin-kan BPN. Toh demikian, sistem peng-amanan tidak hanya sistem ring, te-tapi juga harus menyesuiakan kon-disi di lapangan.”Kalau kita dibutuhkan lagi kita siap. Namun untuk tahapan selanjutnya, pengamanannya seperti apa kita be-lum tahu, dan kita tetap harus menye-suaikan tindakannya,” jelasnya.
Seperti diberitakan, BPN Kulon-progo sempat merasa terganggu dan kesulitan saat melakukan proses pen-gukuran lahan di wilayah WTT. BPN kemudian meminta Polres Kulon-progo memperketat pengamanan dengan menerapkan strategi baru. “Kami ingin ada jaminan keamanan, sehingga petugas bisa mengukur dengan nyaman tanpa ada gangguan,” ujar Kepala BPN Kulonprogo Muhammad Fadhil. (tom/laz/ong)