MIFTAHUDIN/RADAR JOGJA
EKONOMIS: Sejumlah warga di Tambak, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul memanfaatkan sungai yang mengalir di wilayah mereka untuk memelihara ikan dengan sistem keramba.
SLEMAN – Selama liburan Natal dan akhir tahun, permintaan terhadap ke-butuhan pokok masyarakat diprediksi meningkat. Meski begitu, masyarakat tidak perlu panik. Sebab, stok kebutuhan pokok di Sleman dipastikan aman.Pelaksana tugas Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno mengatakan, tim pengenda-lian inflasi daerah (TPID) Sleman sudah mengantisipasi terjadinya peningkatan konsumsi kebutuhan pokok selama libur Natal dan tahun baru. “Masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok,” jelas Iswoyo.
Menurutnya, stok beras di Sleman meng-alami surplus beras 123.815 ton. Begitu juga dengan stok daging ayam yang meng-alami surplus 13.873 ton dan daging sapi surplus 293 ton.Dia menambahkan, untuk stok telur ayam di Sleman mengalami surplus 7.626 ton. Untuk komoditas lainnya, mena-tangkan dari dari daerah lain. “Bila ada kenaikan harga itu karena hal biasa di-karenakan peningkatan permintaan setiap akhir tahun,” jelasnya.
Pantauan di beberapa pasar tradisional di Sleman, kenaikan terjadi pada komo-ditas pokok seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng. Sedangkan untuk harga daging relatif stabil. “Rata-rata kebutuhan pokok naik antara Rp 500 hingga Rp1.000 per kilogram,” kata Siswanto pedagang sembako Pasar Gamping.
Menurutnya, kenaikan harga masih akan berlangsung hingga pergantian tahun, Itupun tergantung pada stok dan permintaannya. “Kalau permintaan naik, terus stok berkurang, ya harga bisa naik lagi,” ujarnya. (bhn/din/ong)