FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
TRANSPARAN: Puluhan kendaraan milik Pemkot Magelang akhirnya terjual, setelah dilelang lewat sistem online.
MAGELANG – Puluhan ken-daraan aset Pemkot Magelang yang gagal terjual saat lelang terbuka April 2015, kembali di-lelang secara online beberapa waktu lalu.Hasilnya, dari 78 unit kendaraan, terdiri dari 71 sepeda motor dan tujuh mobil, 77 di antaranya laku terjual. Nilai total mencapai Rp 168,333 juta. Proses transaksi terjadi dalam waktu kurang dari sepekan, sejak lelang di-buka pada minggu lalu.”Dari limit harga lelang Rp 160,85 juta, ada kenaikan pe-nawaran hingga Rp 7,483 juta lebih. Kami meraup sebanyak Rp 168,333 juta,” kata Kabag Perlengkapan Kota Magelang Al Idris kemarin (27/12).
Pria yang pernah menjabat Direktur Perusda Percetakan ini menilai, sistem online yang diterapkan Pemkot Magelang dalam lelang mobil tua cukup efektif. Selain lebih meng-efisienkan anggaran, sistem itu lebih menguntungkan dan men-cegah terjadinya kecurangan.”Semua orang bisa meng-aksesnya secara terbuka. Rata-rata dari setiap barang yang dijual, baik per unit maupun paket ada dua sampai tiga penawar,” papar Idris.
Proses lelang yang dijalankan, terlebih dahulu pihaknya Bagian Perlengkapan Kota Magelang mendaftarkan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk meng-kajinya. Setelah ditemukan harga standar, barulah foto-foto aset tersebut diunggah ber samaan dengan batas minimum harga lelang melalui website yang disediakan Kanwil Ditjen Ke-kayaan Negara Jawa Tengah-Jogjakarta. Rata-rata kendaraan sisa lelang periode pertama ini sudah sangat usang buatan 1978-2003. Ter-masuk beberapa kendaraan yang tak bisa dipakai lagi.”Hasilnya cukup menggembi-rakan. Karena hanya beberapa hari puluhan kendaraan laku. Kecuali satu unit bekas ambulans berupa minibus Mitsubishi. Mungkin, banyak yang tidak berani kalau beli ambulans, kebayang tadinya mobilnya untuk apa,” ungkapnya.
Menurut dia, cara online disam-ping efisien dan efektif, peluang terjualnya pun cukup tinggi. Buktinya, dari sekian banyak penawar aset Pemkot Magelang, rata-rata adalah pengusaha yang tinggal di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.”Saat lelang terbuka mungkin orang luar daerah banyak yang tidak tahu. Begitu lewat online, mereka bisa langsung menawar hanya menggunakan gadget yang mereka bawa. Mereka tidak perlu datang langsung. Cukup melihat foto-foto yang kami unggah, langsung ditawar, dan deal,” paparnya. (dem/hes/ong)