SLEMAN – Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi ajang unjuk gigi kemampuan setiap daerah. Dari berbagai cabang olahraga, tampaknya cabang sepak bola yang belum mene-mui kejelasan. Padahal, setiap daerah sudah mempersiapkan skuad mereka untuk bisa lolos dari Pra PON. Termasuk DIJ.Ya, ketidakjelasan nasib cabor sepak bola akibat konflik dua lembaga inilah yang menyebab-kan persiapan tim Pra PON DIJ terganggu. Akibat tidak ada kejelasan ini pola latihan skuad asuhan Seto Nurdiyantara imi tidak berjalan degan lancar.
Direktur Pertandingan Asprov PSSI DIJ Edyanto mengatakan, skuad memang masih dilibur-kan. Hanya saja, bila ada momen untuk menggelar latih tanding, skuad akan dikumpulkan untuk menjaga ritme dan kekompakan tim. “Seperti laga uji coba dengan tim Persipura beberapa waktu itu. Itu sangat membantu bagi skuad Pra-PON DIJ untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Apalagi, skuad Pra-PON DIJ meraih kemenangan,” ujar Edyanto.
Ya, uji coba dengan berbagai klub memang menjadi salah satu alternatif yang bisa dilaku-kan untuk mendapatkan efek-tivitas persiapan. Sebab, untuk mengumpulkan pemain dalam waktu lama memerlukan dana yang tidak sedikit. Padahal, dana yang dimiliki Asprov PSSI DIJ untuk persiapan tim Pra-PON DIJ cukup terbatas. “Jelas kami rugi bila harus menggelar latihan jangka panjang. Maka dari itu, langkah efektif melakukan latih tanding,” kata Edyanto.
Selama menjalani uji coba, Gilang Pratama cs memang ter-bilang tampil cukup mengesan-kan. Terutama saat mampu menaklukkan Persipura 2-1 di Stadion Sultan Agung. Semen-tara sebelum diliburkan, tim Pra-PON DIJ berhasil menunduk-kan UNY dengan skor telak 3-0.Keberadaan PON XIX Jawa Barat sendiri merupakan tantan-gan bagi sepak bola DIJ untuk unjuk gigi. Sebab, hampir 50 ta-hun tidak pernah berpatisipasi di PON. “Sudah 50 tahun tidak pernah ikut. Maka dari itu untuk PON kali ini kita harus bisa lolos,” ujar Hadianto. (bhn/din/ong)