GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DISERBU WISATAWAN : Suasana di Pasar Beringharjo yang dipadati oleh wisatawan, Minggu (27/12). Para pedagang di pasar terbesar di wilayah DIJ itu pun meraup keuntungan hingga 100 persen dibanding hari biasa.
JOGJA – Musim liburan bagi sebagian warga di Kota Jogja menjadi rezeki. Apalagi, kedatangan wisatawan membawa banyak uang yang siap me-reka belanjakan di Kota Gudeg ini. Alhasil, ke-untungan materi berlimpah kerap disalahgunakan oleh oknum-oknum untuk meraup rupiah.Berbagai hal yang bisa mendatangkan uang ber lipat pun dimanfaatkan. Dari mulai akses jalan umum yang digunakan untuk parkir.
Sampai besaran tarif parkir yang ditetapkan, naik tanpa harus menunggu komando.Itu terlihat di Taman Parkir Sriwedani. Jalan yang kini menjadi tempat khusus parkir ini menggunakan sistem progresif. Pada dua jam awal di karcisnya tertera Rp 2 ribu.”Tapi ditarik Rp 3 ribu itu pun tak boleh lebih dari dua jam,” keluh Haris, salah seorang warga Sleman yang mengaku mengantarkan sanak saudaranya ke Taman Pintar saat ditemui, kemarin (27/12)
Tak hanya soal tarif, dari pan-tauan Radar Jogja parkir mobil di sekitar Keraton Jogja sangat semrawut. Jalan umum yang diperuntukkan untuk lalu lalang kendaraan menjadi tempat par-kir. Padahal, banyak wisatawan menggunakan mobil berpelat luar masuk ke kawasan keraton. Tak ayal, akses menuju sentral budaya Jawa itu macet total. Kendaraan terjebak macet ka-rena tak ada petugas baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja maupun Polresta. “Sudah dari jam sembilan pagi tadi tidak bisa masuk,” ujar sa-lah seorang wisatawan berpelat Sidoarjo.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Rifki Listianto mem-pertanyakan manajemen pari-wisata dari pemkot. Sebagai tujuan pariwisata, seharusnya pemkot sudah menyiapkan lang-kah antisipatif jauh-jauh hari. “Penertiban parkir, sosialisasi kepada stakeholder pariwisata harus terus menerus dilakukan,” tandas Rifki.Apalagi, lanjut Rifki, Kota Jogja telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pe-ngelolaan Pariwisata Daerah (RIPPDA). “Sebenarnya tinggal menyosialisasikan apa peran masyarakat di RIPPDA tersebut,” tuturnya.
Rasa handarbeni sebagai salah satu dari visi RIPPDA sama se-kali tak terlihat. Saat Jogja penuh dengan wisatawan, pelaku pa-riwisata justru seenaknya. Tan-pa mempedulikan kenyamanan dari wisatawan.Dijelaskan, pada Pasal 4 di-sebutkan asas pembangunan kepariwisataan daerah mewu-judkan pembangunan kepari-wisataan yang berkelanjutan, bersumber pada budaya Kera-ton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pelestarian cagar budaya. Juga menanamkan di seluruh masyarakat nilai-nilai sadar wisata yang berlandaskan pada Sapta Pesona yaitu Aman, Ter-tib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan. “Itu su-dah sangat jelas,” kata mantan pimpinan Paniti Khusus (Pansus) RIPPDA ini.
Dia mengusulkan, dibentuk seperti satuan tugas di masing-masing destinasi untuk men-jaga ketertiban. Agar, wisatawan saat merasakan ketidaknyama-nan akibat ulah nakal oknum juru parkir atau yang lain bisa dengan cepat melapor. “Itu bisa dari perwakilan ma-syarakat dan aparatur yang ber-wenang. Sehingga, setiap ada keluhan bisa cepat ditangani,” katanya.

PAD 2015 Yakin Sudah Terlampaui

Sementara itu, di Kabupaten Bantul kondisinya jalan menu-ju objek wisata sama padatnya. Kendati demikian, Dinas Kebu-dayaan dan Pariwisata (Disbud-par) Bantul tidak mematok tar-get perolehan pendapatan asli daerah (PAD) di libur panjang akhir tahun. Itu karena target PAD sektor pariwisata tahun ini sudah hampir terpenuhi. “Target kami di 2015 Rp 10,5 miliar. Sebelum libur Natal lalu sudah Rp 10,350 miliar,” terang Kepala Disbudpar Bantul Bambang Legowo, kemarin (27/12).
Dengan jumlah hari yang tersisa di kalender 2015, BL, sapaan akrabnya, optimistis target PAD pada tahun ini ter-penuhi, bahkan besar kemun-gkinan bakal terlampaui. Me-ski begitu, Disbudpar tetap menggelar sejumlah kegiatan untuk memanjakan para wisa-tawan di sejumlah objek pari-wisata. Antara lain, pertunjuk-kan wayang kulit di kawasan Pantai Parangtritis. “Biasanya wayang di malam hari. Tapi di tanggal 31 Desem-ber nanti digelar siang hari,” ujarnya.
Selain di Pantai Parangtritis, Disbudpar juga menggelar pen-tas jathilan di sejumlah objek pariwisata. Misalnya, Pantai Gading Mas (Samas), Pantai Baru Pandansimo, Pantai Kuwaru, Pantai Goa Cemara, Pantai Depok, dan Gua Selarong.BL mengungkapkan, penga-manan di kawasan objek pari-wisata saat liburan panjang juga tidak kalah penting. Ini untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan para wisata-wan. Dari Disbudpar sendiri akan menerjunkan puluhan personel. “Mereka akan bertu-gas memperlancar dan mengen-dalikan arus lalu lintas di TPR (tempat pemungutan retribusi),” ungkapnya.
Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo mewanti- wanti agar garis pantai yang mem-bentang di pesisir selatan Ban-tul mendapatkan pengawasan dan pengamanan ekstra. Peng-amanan ekstra ini bertujuan mengantisipasi kecelakaan laut yang berakibat pada jatuhnya korban.”Nanti Tim SAR, di bantu angkatan laut dan Polairud akan ikut memantau,” ucapnya. (eri/zam/din/ila/ong)