KULONPROGO – Raden Mas (RM) Wijoseno Hario Bimo baru akan dinobatkan sebagai KGPAA Paku Alam X pada 7 Januari 2016. Namun, dukungan untuk putra mendiang Paku Alam IX menjadi wakil gubernur DIJ itu telah bergulir ke permukaan.Bimo, sapaan akrabnya, yang telah dilantik men-jadi putra mahkota dengan gelar KBPH Suryo dilogo dinilai merupakan pe mimpin masa depan Kadipaten Pakualaman
Dengan posisi itu, pria yang sehari-hari menjabat kepala Biro Ke sejahteraan Rakyat Set-prov DIJ itu dianggap pantas berduet dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangku bumi se-bagai kepala daerah dan wakil kepala daerah DIJ. Adalah Laskar Mangkubumi (LRM) yang memberikan du-kungan itu. Hal tersebut terlihat dari aksi mereka.
Sebagai tindak lanjut, mereka mengukuhkan pengurus LRM Kabupaten Kulon-progo di Taman Air Mancur Alun-Alun Wates, Kulonprogo, kemarin (27/12).
Koordinator LRM Kulonprogo Mustofa menambahkan, setelah pengurus kabupaten terbentuk bakal dilanjutkan tingkat keca-matan dan desa. Realisasinya dilaksanakan pada akhir Janu-ari 2016. Inilah langkah LRM yang dilakukan sebagai langkah persuasif. “Tidak akan eyel-eyelan, secara tulus kita mendukung. Tidak perlu mencemooh, kita berjalan dengan damai,” ungkapnya.
Menurut Mustofa, kepengu-rusan LRM di tiap tingkatan dari kabupaten hingga desa berjumlah 20 orang. Dia meng-gunakan model multi level mar-keting (MLM) atau mulut lewat mulut. Melalui metode itu, Mustofa yakin dukungan ma-syarakat bakal semakin luas. Me-reka yang sudah dilantik men-jadi LRM ini adalah orang-orang yang luar biasa. “Ini murni dari masyarakat, bahkan seba-gian adalah petani kecil, dari yang kecil ini akan menjadi besar,” ujarnya.
Panglima Laskar Mangkubumi (LRM) Siswanta mengungkapkan, GKR Mangkubumi adalah pe-mimpin masa depan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. “Mangkubumi-Bimo merupakan dwitunggal yang sangat layak menjadi calon gubernur dan wakil gubernur DIJ,” ujarnya saat mengukuhkan anggota LRM Kulonprogo.
Menurutnya, Kulonprogo men-jadi daerah pertama yang mem-bentuk LRM. Setelah dari bumi Adikarta tersebut, pembentukan LRM akan diteruskan ke Gunung-kidul, Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Menurut dia, pengukuhan pengurus LRM Kulonprogo ini sebagai kelanjutan dari dekla-rasi LRM di petilasan Ki Ageng Mangir, Bantul pada 6 Septem-ber 2015. LRM merupakan pen-dukung, pembela, dan pengawal Sabdaraja 30 April 2015 dan Dawuhraja 5 Mei 2015 Sultan Hamengku Bawono Ka.10.”Kami siap menjadi benteng raja perempuan Keraton Ngayogya karta Hadiningrat,” ucapnya.
Dia kembali menegaskan, LRM merupakan kelompok masyara-kat yang mendukung raja pe-rempuan sekaligus diperjuang-kan sebagai gubernur DIJ. Dengan sikap itu, LRM ingin mengede-pankan emansipasi perempuan. LRM berharap melalui sosiali-sasi yang masif, sabdaraja mau-pun dawuhraja HB Ka.10 dapat dilaksanakan.Sementara itu, jalannya pe-ngukuhan pengurus LRM ber-jalan sederhana. Sebelum diku-kuhkan mereka disumpah dengan mengucapkan Sapta Kesetiaa LRM. Dalam kesempatan itu, juga dibagikan sejumlah stiker bergambar GKR Mangkubumi dan RM Wijoseno Hario Bimo sebagai Dwi Tunggal pemimpin Kasultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sekaligus calon gubernur dan wakil gu-bernur DIJ. (tom/kus/ila/ong)