TAK hanya kendala eksternal dalam meraih simpati warga Bantul. Ternyata, Suharsono sempat mendapatkan ganjalan dari keluarganya. Sang istri, Erna Kusumawati sempat keberatan dengan langkahnya maju sebagai calon bupati (cabup).
Sang istri, kata Suharsono, sangat khawatir bila nantinya ada per-soalan hukum yang menyandera perjalanannya sebagai bupati. Mengingat, tidak sedikit pejabat daerah yang tersandung persoal-an hukum hingga akhirnya duduk di kursi pesakitan pengadilan tipikor.”Istri kemudian saya yakinkan. Kalau semua tergantung niat. Kalau niatnya baik insyaallah akan berjalan mulus. Akhirnya istri pun mendukung,” tuturnya.
Suharsono berjanji akan menge-depankan transparansi dan par-tisipasi publik. Oleh karena itu, Suharsono meminta agar warga Bantul ikut aktif mengawasi jalannya roda pemerintahan. “Bila saya salah tolong ditegur,” pintanya.
Sesuai dengan jargonnya, Suharsono memang mengusung semangat perubahan di Kabupa-ten Bantul. Tidak hanya birokrasi pemerintahan. Ketika dia men-jabat sebagai bupati, Suharsono mengaku akan memperbaiki sejumlah program pemerintah. Agar seluruh program pemkab Bantul pro rakyat kecil.Salah satu sektor yang akan diperbaikinya adalah pertanian. Mengingat, tidak sedikit lahan hijau yang beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. “Saya ini sebenarnya ingin jadi petani. Ketika lahan pertanian menyusut ya prihatin,” tandasnya.
Tak hanya itu, sektor kesehatan dan pendidikan juga jadi prioritas. Sebab, dua sektor ini merupakan hak dasar milik rakyat. Rakyat harus memperoleh kemudahan dalam mengakses dan menikmati dua sektor tersebut.Sedangkan di bidang birokrasi nanti, akan disiapkan semacam uji kelayakan pejabat. “Seluruh pejabat akan mengikuti uji ini untuk mengetahui dia pas dengan bidangnya atau tidak,” ungkap-nya. (zam/ila/ong)