SEWON – Jadwal pelantikan calon bupati-wakil bupati terpilih hingga sekarang belum ada ins-truksi dari Kementerian Dalam Negeri. Meski begitu, para pejabat di lingkungan Pemkab Bantul mulai gaduh. Mereka diterpa isu mutasi. Apalagi bagi para birokrat yang pada pilkada lalu diketahui mendukung calon petahana yang notabene kalah.
Kegaduhan tersebut, antara lain mulai banyaknya pejabat teras di lingkungan pemkab yang ingin bertamu ke kediaman calon bupati terpilih Suharsono yang terletak di Dusun Demangan, Bangunharjo, Sewon. Kabarnya mereka ingin datang secara sembunyi-sembunyi.”Memang saya dengar ada beberapa yang mau ke sini. Tapi nggak usah lah (mereka datang). Kalau memang harus datang, ya bareng-bareng saja,” ujar Suharsono kepada Radar Jogja, kemarin (25/12).
Cabup terpilih yang diusung Partai Gerindra dan PKB ini, tidak ingin ada pejabat satuan kerja pe-rangkat daerah (SKPD) datang bertamu ke rumahnya secara pribadi, dan datang sendirian. Sebab, dirinya masih belum di-lantik sebagai bupati. Bila memang ada yang ingin bertamu, Suharsono menyarankan agar dilakukan se-cara resmi bersama rombongan SKPD lainnya.”Itu seperti yang dilakukan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang dipimpin Pejabat Bu-pati Bantul Sigit Sapto Rahardjo, Rabu (23/12) lalu,” tandasnya mencontohkan.
Suharsono memaklumi bila ada pejabat yang ingin datang bertamu ke rumahnya secara pribadi. Itu menyusul santer beredarnya kabar akan banyak pejabat yang dimu-tasi pascadirinya dilantik sebagai bupati nanti. “Itu tidak benar. Wong saya belum dilantik kok mau ngatur-ngatur,” ujarnya.
Suharsono tidak menampik ada pejabat yang memang mendu-kung pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir saat masa kam-panye lalu. Tetapi, pensiunan Polri ini berjanji akan mengako-modasi semua dengan melaku-kan serangkaian uji kelayakan sebagai upaya reformasi birokrasi.”Kalau memang punya kom-petensi, integritas, dan lulus tes psikologi, pasti akan saya pasang. Jangan khawatir. Saya akan bersi-kap adil dan bijaksana,” janjinya. Selain pejabat SKPD, kata Suhar-sono, rombongan pengusaha juga santer terdengar ingin bertamu ke rumahnya.
Namun demikian,Suharsono menegaskan, hal itu tidak perlu dilakukan. “Nggak perlu (datang). Yang saya minta ditata dengan benar dan jangan rebutan,” tandasnya.
Petugas penjaga kediaman Suharsono membenarkan ada sejumlah pejabat yang ingin ber-tamu. Mereka datang saat malam hari. “Gerbang nggak saya buka. Wong bapak juga belum dilantik kok,” ucapnya.Di antara mereka, ada kepala SKPD. Lalu, apa tujuan mereka bertamu? Dia mengaku tidak mengetahuinya. Ditengarai mereka ingin mengamankan posisi jabatan. “Mungkin agar nggak dipindah,” ungkapnya. (zam/jko/ong)