RADAR JOGJA FILE
MENANTANG: Pengunjung menikmati wisata alam lava tour di kawasan lereng Merapi, Sleman. Belakangan ini, tempat wisata ini menjadi favorit wisatawan.
SLEMAN – Pada musim liburan akhir tahun 2015 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman menargetkan sebanyak 350 ribu wisatawan untuk datang ke Sleman. Desa-desa wisata juga dipersiapkan untuk siap menerima tamu yang ingin berkunjung.”Kami targetkan sebanyak 350 ribu wisatawan berdasarkan kalender pendidikan 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016. Dengan potensi yang ada, kami optimistis bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi, Jumat (25/12).
Ayu mengatakan, pada tahun lalu, wisatawan yang mengunjungi lokasi-lokasi wisata di Sleman selama peng-hujung tahun, mencapai 325 ribu wisatawan. Mereka mengunjungi lokasi wisata seperti Kaliurang, Merapi dengan lava tour-nya, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Monumen Jogja Kembali, Museum Gunung Api Merapi, serta Museum Afandi. Tak ketinggalan, desa-desa wisata juga banyak dikunjungi wisatawan. Mereka disuguhi atraksi budaya lokal, kuliner lokal, bercocok tanam, hingga menginap di rumah-rumah warga. Meski demikian, lanjut dia, yang masih menjadi tempat favorit untuk dikunjungi adalah Kaliurang, Volcano Tour, Museum Merapi. “Namun saat ini, yang juga akan menjadi favorit adalah Jogja Bay Waterpark dan Sindu Kusuma Edu Park,” katanya.
Menurutnya, menyambut pergantian tahun, panitia setempat mengadakan agenda Gebyar Malam Tahun Baru di lokasi wisata Kaliurang. Ada kirab budaya, pesta kembang api, serta festival lampion yang dapat disaksikan dari gardu pandang Kaliurang. “Ada juga pesta kembang api di Museum Jogja Kembali,” kata dia.
Menurut dia, wisawatan yang ber-libur ke Sleman tersebar di sejumlah destinasi. Dari jumlah tersebut, kun-jungan terbanyak adalah ke Candi Prambanan, lalu ke destinasi lain seperti Kaliurang, Volcano Tour Cangkringan, dan Candi Ratu Boko.
Wisata edukasi yang menjadi favorit adalah Museum Gunungapi Merapi. Pengunjung bisa belajar seluk beluk gunung api yang sesekali waktu erupsi. Pihak pengelolapun sudah siap mene-rima para tamu. Bahkan tempat makan atau kuliner juga sudah disiapkan.Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Gunungapi Merapi Suharno menya-takan, rata-rata per hari pengunjung museum itu antara seribu hingga 1.500 orang. “Sedangkan hari biasa hanya mencapai 600 pengunjung per hari,” ungkapnya.
Salah seorang pengunjung asal Ngawi Jawa Timur Saiful Anwar, 45, mengaku sengaja mengajak istri dananaknya mengunjungi Museum Gunungapi Merapi untuk memberi pelajaran ke-pada anaknya soal gunung api. “Kita jadi lebih tahu apa itu gunung api dan bisa tahu tentang mitigasi bencana gunung api,” terangnya. (riz/jko/ong)