KULONPROGO – Musyawarah Daerah (Musda) PD Muhamma-diyah Kulonprogo akan digelar di Madrasah Boarding School (MBS) Almanar Muhammadiyah, Kecamatan Galur, hari ini Minggu besok (26-27/12). Mengangkat tema Gerakan Pencerahan Menuju Kulonprogo Berkemajuan, musda dimeriahkan pawai ta’aruf dan lomba drumband yang diikuti 800 peserta.
Ketua PD Muhammadiyah Kulonprogo Drs H Abdul Ghofar MSI mengatakan, musda bakal diikuti ratusan peserta yang terdiri atas anggota PD Muhammadiyah, tujuh ortom tingkat daerah, 13 Pimpinan Cabang (PC) dan 86 pimpinan ranting. Sejumlah acara pokok yang bakal digelar, di antaranya, kon-solidasi organisasi, evaluasi pro-gram kerja PD Muhammadiyah periode 2010-2015, penyusunan program kerja PD Muham-madiyah periode 2015-2020 serta pemilihan 13 anggota PD Muham-madiyah masa kerja 2015-2020. “Semoga berjalan lancar dan kondusif,” ucap Abdul Ghofar (22/12).
Menurutnya, musda ditarget menghasilkan susunan program kerja 2015-2020 seperti konsolidasi ideologis, konsolidasi kelemba-gaan, peningkatan kualitas pim-pinan, pemberdayaan keluarga dan komunitas, serta pengem-bangan kemitraan. “Musda juga akan memilih 13 kader terbaik menjadi anggota PD Muham-madiyah untuk masa kerja 2015-2020,” ujarnya.Ketua Steering Committee (SC) Musda PD Muhammadiyah Kulonprogo HM Wagiran Mada BA menambahkan, hari pertama musda diisi dengan penetapan calon tetap anggota PD Mu-hammadiyah, atraksi kesenian dan penyampaian laporan PD Muhammadiyah periode 2010-2020. Hari kedua akan diisi napak tilas tokoh Muhammadiyah Kulonprogo (AR Fachruddin), dan dilanjut-kan pemilihan 13 anggota PD Muhammadiyah periode 2015-2020, dengan sidang komisi berikut laporannya.”Musda akan dibuka Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan dihadiri Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DIJ,” ungkapnya.
Wagiran mengungkapkan, rangkaian musda PD Muham-madiyah Kulonprogo sudah di-mulai Kamis (24/12) dengan ke-giatan pawai ta’aruf dan lomba drumband di Lapangan Klampok. Pentas hiburan dan lomba melukis dengan peserta anak-anak usia TK dan PAUD juga sudah di-gelar.”Bazar atau pameran di sekitar lokasi musda, atraksi kesenian, lalu diakhiri pengajian akbar oleh Ustadz Jamaluddin,” ungkap-nya. (tom/laz/ong)