ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
CARA BEDA: Petani lereng Merapi dipimpin Romo Matheus Sukmawanto Pr melakukan misa natal di bantaran Kali Lamat. Persisnya di atas Jembatan Sabo Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun
MUNGKID – Warga Lereng Merapi merayakan Natal dengan cara berbeda. Ratusan umat merayakan Misa Natal di bantaran Kali Lamat. Persisnya di atas Jembatan Sabo Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun. Sebagian dari mereka adalah petani. Mereka menggelar rangkaian acara di sungai yang berhulu di Merapi.Para petani diajak menyaksikan aksi treatrikal yang diperankan kelompok Happening Art.
Aksi ini menggambarkan kesibukan masyarakat desa sehari-hari.Ke-lompok miniatur ini sebagai pencerminan kehidupan ma-syarakat. Seperti orang pencari pesugihan, pencari batu pasir, pencari ikan, pencari rumput, serta pencari air.”Gambaran teatrikal ini me-ngajak masyarakat untuk sadar akan keutuhan ciptaan. Keutuhan relasi dengan Allah dengan ma-nusia yang harus dipelihara serta sanggup menjadi pembawa berkat bagi sesama anggota keluarga Allah,” kata Tarsisius Sutarno, salah satu panitia perayaan Natal, kemarin (25/12).
Perayaan Natal dilanjut-kandengan pemberkatan air, batu, pasir, ikan, rumput dari Kali Lamat. Kemudian disebar kembali ke Kali Lamat sebagai simbol Berkat untuk Semua Ciptaan-Nya. Acara diteruskanMisa Kudus di atas jembatan dengan per-sembahan roti anggur sebagai simbol bahan pokok Ekaristi beserta hasil bumi. Seperti padi, kelapa, pisang, dan sayur mayur. Sebelum penutupan, pem-berkatan nasi bungkus sebagai wujud syukur atas berkat Tuhan.Romo Matheus Sukmawanto Pr menyampaikan, kelahiran Yesus Kristus ke dunia tidak lain sebagai wujud nyata berkat Allah yang luar biasa. Berkat tersebut semakin konkret lagi dalam segala ciptaan-Nya. “Gunung Merapi yang memberi kesuburan tanah dan air melimpah,” katanya.
Romo Matheus menjelaskan, kehadiran Yesus Kristus ke dunia menjadi perantara Allah dengan manusia beserta seluruh cipta-an-Nya. Hal ini agar relasi Allah dengan manusia yang telah rusak akibat dosa dipulihkan.”Relasi manusia dengan manusia terjaga keharmonisanya. Inilah yang dalam Misa Natal Tani ini disimbolkan dengan memilih jembatan sebagai tempat misa,” katanya. (ady/hes/ong)